SLEMAN – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar International Conference on Research, Implementation, and Education of Mathematics and Science (ICRIEMS) di Eastparc Hotel, Jumat-Sabtu (12-13/7).

Tema ICRIEMS tahun ini adalah “Integrating Science, Technology, Engineering, & Mathematics (STEM) and Education for Disaster Risk Reduction and Mitigation”. “Para pembicara yang hadir membahas penemuan atau hasil penelitian mereka di bidang sains, teknologi, teknik, matematika, dan pendidikan yang bisa diterapkan dalam pengurangan resiko bencana dan mitigasi,” jelas Rektor UNY Sutrisna Wibawa yang membuka acara tersebut.

Sutrisna mengatakan, isu-isu tentang pengembangan Matematika dan Ilmu Pengetahuan di Indonesia dinilai penting, terlebih untuk meningkatkan kualitas penelitian dalam bidang tersebut. Ia berharap, melalui konferensi ini, para peneliti dan praktisi Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan dapat berbagi dan mendiskusikan gagasan dan temuannya untuk meningkatkan praktik serta inovasi dalam Pendidikan Matematika dan sains di Indonesia.

Salah seorang pembicara, Martianus Frederic Ezerman, Ph.D dari Nanyang Technological University, Singapore, dalam kesempatan tersebut memaparkan dua topik dalam pemrosesan informasi yaitu tentang Holographic Sensing dan Binary de Bruijn Sequences. “Dua topik ini merupakan teknik baru yang sesuai dengan tema yaitu koneksi antara sains, matematika, teknik, dan pendidikan yang berhubungan dengan mitigasi bencana,” ujar peneliti senior bidang Matematika tersebut.

Pada Holographic Sensing, Frederic menjelaskan, teknik ini terapannya pada sistem untuk memproses gambar dan video di lokasi pasca bencana. Misal pada lokasi terjadi gempa bumi, sistem komunikasi rusak dan penduduk yang selamat tidak dapat melaporkan kondisi dan situasi bencana.”Sistem inilah yang dipakai untuk mengirim gambar dan video yang mungkin dengan kualitas jelek atau tidak maksimal namun cukup untuk memberikan gambaran situasi di lokasi bencana,” paparnya.

Di teknik kedua, Frederic menggunakan Binary de Bruijn Sequences, yaitu sistem komunikasi antar robot yang dapat mengetahui dimana posisi mereka dan dapat berkomunikasi dengan robot-robot lain di lokasi bencana kemudian memberikan feedback kepada controller bagaimana situasi setempat.Robot-robot ini bisa menggantikan manusia yang tidak bisa dikirim langsung ke lokasi bencana. (obi/ita/pra/er)