SLEMAN – Bertindak sebagai tuan rumah, UAD FC harus mengakui keunggulan tim tamu Sleman United di laga pembuka Liga 3 Regional DIJ, Jumat (11/7). Bertanding di Lapangan Gamelan, Berbah, Sleman, UAD FC menyerah dengan skor tipis 0-1. Gol semata wayang Sleman United dicetak M Nur Ridwan di menit 33.

UAD FC gagal memanfaatkan keunggulan pemain ketika Sleman United bermain dengan sepuluh pemain. Ya, pemain tengah Sleman United Harry Kusuma harus menerima kartu kuning ke dua setelah akibat diving yang dilakukan di kotak penalti.

Memanfaatkan keunggulan pemain, skuad asuhan Anang Hadi mengambil inisiatif menekan. Sayang, serangan-serangan yang dilakukan Danang Ari selalu kandas di barisan pertahanan Sleman United. Sampai dengan wasit Ikhsan Prasetya meniupkan peluit keunggulan tidak berubah bagi Sleman United.

Kompetisi sepak bola amatir Liga 3 Regional DIJ menjadi wadah bagi para pemain-pemain muda untuk unjuk gigi. Sesuai regulasi para pemain yang memperkuat tim harus berusia U-23 dan ditambah beberapa pemain senior.  “Laga ini jadi kesempatan bagus bagi pemain muda untuk unjuk kemampuan terbaik mereka,” papar Direktur Kompetisi Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIJ Ediyanto.

Apa yang diutarakan Ediyanto beralasan. Sebab, hampir bisa dipastikan para pemandu bakat dari klub-klub lain kerap turun gunung ke ajang-ajang kompetisi amatir untuk mencari pemain-pemain berbakat. “Banyak talent scouting tim-tim dari Liga 2 dan Liga 1 nasional sering memanfaatkan ajang seperti ini untuk mencari pemain muda potensial,” katanya.

Meskipun begitu, pihaknya pun tak ketinggalan menurunkan tim pemandu bakat. Sebab, muara kompetisi ini nantinya pembinaan untuk pembentukan tim sepak bola DIJ.

Hal senada disampaikan Sekjen Asprov PSSI DIJ Armando Pribadi yang mengharapkan kompetisi Liga 3 DIJ bisa menjadi contoh penyelenggaraan di daerah lainnya. “Kami ingin berikan contoh bagaimana penyelenggaraan kompetisi yang profesional,” sambung Armando.

Liga 3 DIJ musim ini diikuti delapan tim. Mereka yakni Rajawali Gunungkidul, Protaba Bantul, Persikup Kulon Progo, Sleman United, JIF, UAD FC, HW UMY, dan Tunas Jogja.  Delapan tim tersebut dibagi dalam dua grup dan akan melaksanakan kompetisi penuh dengan sistem home away. Termasuk di babak empat besar nanti. (bhn/din/by)