SLEMAN – Upaya mendukung pelestarian budaya Nusantara, Jogja City Mall (JCM) mengemas pagelaran seni musik dan sendratari menjadi hiburan spektakuler dalam Youth Gamelan 2019. Kegiatan ini berlangsung di Main Atrium JCM, Mlati, Sleman, 13-14 Juli lalu.

Public Relation Jogja City Mall Mimi Jamilati  mengatakan, JCM sebagai pengemban label Spirit of Jogja akan terus berkomitmen mewadahi beragam wujud seni tradisional maupun kontemporer yang berkembang di Jogjakarta. “Harapannya JCM juga bisa menjadi one stop shopping mall yakni dari pelayanan, pemenuhan kebutuhan sehari-hari, dan hiburan, bisa ditemui di sini,” ujarnya Sabtu (13/7).

KOLABORASI: Lumbung Artema membawakan lagu Michael Jakcson dengan sentuhan gamelan dan musim modern. (JCM FOR RADAR JOGJA)

Bekerja sama dengan Komunitas Gayam 16 dan seniman-seniman muda asal Jogja dari sanggar dan sekolah, Youth Gamelan menampilkan 11 kelompok kesenian yang sudah malang melintang berkecimpung mengukir prestasi di tanah air maupun mengharumkan nama bangsa di mancanegara.

Youth Gamelan dibuka Sabtu (13/7) pukul 15.00 dengan penampilan siswa-siswi SMA Muhammadiyah 5 Jogjakarta yang tergabung dalam kelompok gamelan Surya Budaya. Setelahnya ada penampilan Komunitas Nalitari yang terdiri atas penari profesional, difabel rungu, daksa, downsyndrom, dan masyarakat umum. Performa berikutnya penampilan Sukma Adhigana, kelompok musik unik yang mengemas lagu-lagu tradisional dengan memadukan gamelan dengan musik modern.

Pengunjung JCM juga dapat menyaksikan kreativitas anak-anak usia SD dari Klub Sariswara hingga para muda-mudi yang terhimpun dalam Kumpulan Seni Gemamaya. Acara hari pertama ditutup oleh Rakitikar, grup musik yang menggunakan gamelan sebagai instrumen utama dan menggabungkannya dengan alat musik masa kini dalam karya-karyanya.

Tak kalah meriah, pada Minggu (14/7) di jam yang sama, acara dibuka dengan permainan gamelan dari Gendhing Baskara Mbs Pleret. Setelah itu ada penampilan kelompok kesenian Omah Cangkem bentukan Pardiman Djoyonegoro, musisi dan komposer musik tradisi. Lumbung Artema yang menampilkan musik gamelan kontemporer ditampilkan setelahnya. Di puncak kegiatan, Sanggar Seni Kinanti Sekar berkolaborasi dengan Gamelan Mben Surup menutup acara dengan pementasan spektakuler.

Tingginya semangat dan kreativitas generasi muda dalam melestarikan kebudayaan Nusantara, tercerminkan dalam kegiatan Youth Gamelan ini. Sebuah wadah untuk menampung semangat dan kreativitas itu menjadi kebutuhan.

Mimi berharap kegiatan ini bisa mewadahi generasi muda dalam berkesenian dan acara ini bisa dijadikan kegiatan rutin tahunan. (*/cr16/laz/rg)