SLEMAN – Sepeda motor yang digunakan untuk ojek online (ojol) membutuhkan performa yang sangat prima. Hal itu tentu menuntut sang pengendara untuk melakukan perawatan yang maksimal dan rutin terhadap tunggangannya. Salah satunya adalah mengganti oli mesin secara rutin. Paling tidak dua minggu sekali.

Husni Prayoga, salah satu pengemudi ojek online di Jogjamengaku  sempat mengalami masalah turun mesin pada motor matic-nya. Hal itu terjadi lantaran dia telat mengganti oli. “Ya padahal sepele ya. Tapi jadinya malah nombok banyak,” katanya Senin (15/7).

Ya, turun mesin adalah salah satu risiko terbesar ketika kita telat atau lupa untuk mengganti oli. Jika sudah ada di fase demikian, motor harus nginep untuk waktu yang cukup lama di bengkel. Tentu saja ongkosnya menjadi sangat mahal. Itu jika dibandingkandengan mengganti oli.

Padahal menurut Husni, dalam satu hari dia bisa menempuh jarak hingga lebih dari 100 KM. Nah, dalam 10 hari saja dia sudah menembus angka jarak tempuh hingga 1.000 KM.

Bayu Andrianto, selaku pemilik bengkel di Jalan Selokan Mataram, Mlati mengungkapkan idealnya waktu yang tepat untuk mengganti oli adalah ketika jarak tempuh sudah mendekati 2.000 kilometer. “Ya, kalau untuk ojek online itu gampangnya tiga minggu harus ganti oli,” ujarnya.

Menurut Bayu, memperkirakan waktu pergantian oli yang paling mudah memang dengan menggunakan hitungan minggu atau bulan. Jika menggunakan hitungan kilometer terkadang orang sering lupa. Bayu juga mengungkapkan pentingnya melakukan pergantian oli secara rutin. “Fungsi utama oli kan untuk melindungi bagian dalam mesin,’’ jelasnya. (cr12/din/fj)