MAGELANG – Kasus kematian Rob Pendi, 52, pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dr Soerojo hinggi kini belum menemui titik terang. Rob ditemukan telah meninggal dunia 19 Juni lalu dengan kondisi luka lebam di muka dan perut.

Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Mahdi belum bisa memastikan apakah tindakan itu dilakukan dengan niat pembunuhan atau kelalaian petugas rumah sakit. “Masih ada saksi untuk memperkuat kasus ini,” ujarnya.

Dikatakan, ada tambahan saksi, termasuk saksi ahli. Saksi ahli dari kementerian kesehatan dan ahli kesehatan jiwa yang mampu menjelaskan bagaimana standard operational procedure (SOP) untuk pasien gangguan jiwa.

Ia masih belum bisa memastikan kapan pemeriksaan akan selesai dilaksanakan. Selain itu, terdapat barang bukti berupa dokumen rumah sakit.

“Karena ini kan menyangkut pasien yang dirawat di rumah sakit. Penanganannya seperti apa. Ini nanti juga untuk penentuan pasal tindak pidananya. Untuk menentukan niat dan perbuatan,” katanya.

Dokumen itu berisi mengenai SOP penanganan pasien di rumah sakit tersebut. Hasil otopsi telah keluar. Dalam hasil otopsi ini, telah terbukti bahwa pasien mengalami penganiayaan menggunakan benda tumpul.

“Dari hasil itu terbukti ada kekerasan,” jelasnya. Namun ia juga belum bisa memastikan apakah penganiayaan itu yang menyebabkan kematian atau ada faktor lain yang menjadi penyebab.

Korban dimasukkan ke RSJ dr Soerojo pada Senin (17/6). Pihak rumah sakit mengetahui kondisi korban langsung melakukan perawatan intensif. Sehari setelahnya korban mengalami sesak napas. Sampai kemudian pada Rabu kondisinya sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Sebanyak empat perawat yang dipanggil ke Polres Magelang Kota diperiksa sebagai saksi. Selebihnya pihak lain yang berkaitan dengan peristiwa kematian korban. Idham berharap kasus ini segera menemui titik terang agar pihak keluarga dapat memperoleh keadilan. (cr10/laz/er)