JOGJA – Aji Santoso resmi menangani PSIM Jogja. Mantan pelatih Persela Lamongan ini memikul target membawa Laskar Mataram naik ke Liga 1. Dia pun sudah menyiapkan strategi khusus demi tugas yang menantang tersebut.

Ya, Senin (15/7) cuaca di Kompleks Wisma PSIM Jogja cukup terik. Meskipun sejatinya hari memasuki sore. Seorang pria berkecamata keluar dari pintu belakang sebuah mobil. Dialah Aji Santoso.

Mantan pemain Tim Nasional ini bergegas menuju kantor PSIM Jogja yang terletak di Jalan Mawar. Sontak, kedatangannya menjadi perhatian suporter yang ada di kawasan tersebut.

Selanjutnya, dalam ruang Monumen PSSI Jogja, sebuah jersey biru diberikan oleh CEO PT PSIM Jaya, Bambang Susanto kepada Aji. Pemberian itu sebagai simbolisasi bahwasanya pemain yang pernah membawa timnas Indonesia meraih emas SEA Games ini resmi menukangi PSIM Jogja.

Jersey tersebut bernomor punggung tiga. Di atas nomor punggung terdapat inisial AS. Merupakan singkatan dari Aji Santoso. Nomor 3 adalah nomor keramat yang kerap ia gunakan saat membela klub dan juga Tim Nasional.

Berkarir di PSIM Jogja, Aji harus merelakan track record-nya dalam menukangi tim-tim kasta tertinggi liga Indonesia. Dalam karir kepelatihannya Aji menangai tim-tim mulai dari Persik Kediri, Persebaya Surabaya, Persema Malang, Arema FC hingga terakhir Persela Lamongan.”Demi PSIM Jogja saya berani turun ke liga 2,” jelas pria 49 tahun itu.

Padahal, sebelum memutuskan mengikat kontrak dengan Laskar Mataram sejumlah klub Liga 1 banyak mengantri tanda tangannya. Beberapa klub Liga 1 yang kehilangan pelatih saat itu, sebut saja Semen Padang, Persipura Jayapura maupun Barito Putera.

Alasan Aji menerima pinangan Laskar Mataram dikarenakan keseriusan manajemen dalam mengelola tim. Apalagi, musim ini Ichsan Pratama dkk mengusung ambisi naik kasta Liga 1. “Pengurus sangat serius mengurus klub. Apalagi atmosfer sepak bola di sini luar biasa,” kata Aji.

Selain itu, selama menjadi pelatih, Aji cukup terkenal mengorbitkan pemain-pemain muda. Sebut saja, Saddil Ramdani merupakan salah satu bakat muda yang pernah dipolesnya. Nah, di PSIM kemampuannya menyihir bakat pemain muda patut ditunggu. Di tubuh Laskar Mataram sebut saja nama Yoga Pratama, Al Rizky, Vivi Afrizal dan sejumlah pemain lain akan menanti tangan dinginnya untuk dapat bermain secara reguler.”Kalau ada anak Jogja berkualitas bagus pasti akan saya kembangkan,” janji Aji.

Diakuinya, target Liga 1 merupakan tantangan tersendiri baginya. Apalagi perjalanan Liga 2 masih sangat panjang. Dia berjanji akan memberikan poin demi poin untuk merealisasikan target menuju kasta tertinggi itu.

Yang terpenting, sebutnya, menyatukan chemistrty antara pemain satu dengan lainnya. Termasuk, memeragakan sepak bola cantik yang selama ini hilang dari gaya permainan PSIM Jogja.”Saya tidak ingin menang secara asal-asalan. Sepak bola harus bisa dinikmati,” katanya.

CEO PT PSIM Jaya Bambang menyebut Aji merupakan ktiteria yang sesuai yang dibutuhkan tim. Apalagi, Aji memiliki jam terbang di kancah persepakbolaan nasional.”Kami memang mengantongi beberapa nama. Tapi chemistry ada di Aji. Semoga dia bisa merealisasikan target naik ke Liga 1,” tegasnya.

Selain menunjuk Aji Santoso sebagai pelatih, manajemen PSIM Jogja juga menunjuk David MP Hutauruk sebagai manajer tim. (bhn/din)