SLEMAN – Pameran Potensi Daerah (PPD) 2019 yang diikuti sedikitnya 253 stan resmi ditutup Senin (15/7) lalu. Capaian target dari event ini luar biasa, yakni mencapai Rp 2,8 miliar.

Kecamatan Depok yang turut mengikuti event tahunan tersebut juga menorehkan jumlah kunjungan yang fantastis yakni 1.500 pengunjung selama 10 hari penyelenggaraan. ”Ini meningkat 20 persen lebih banyak dari tahun sebelumnya,” ujar Ketua UPK Kecamatan Depok Yoni Afrizal Rahman, SHum.

Rizal, sapaan Yoni Afrizal Rahman, mengatakan khusus untuk Kecamatan Depok tampilan memang sengaja dibuat berbeda, yakni dengan adanya penambahan ikon topi ala Indian. Hal ini bukan tanpa alasan, topi ala Indian tersebut dibuat secara khusus dari bahan lokal oleh UKM dari Sungai Pelang, Desa Condongcatur.

”Gunanya untuk menarik minat pengunjung pameran. Oleh karena itu kami gratiskan alias free. Supaya pengunjungnya bisa mampir dan foto-foto,” kata Rizal yang juga bertindak sebagai pelaksana pameran Kecamatan Depok.

Terpisah, Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Kecamatan Depok Isti Fajaroh, SP menjelaskan, Kecamatan Depok pada gelaran ini membuka dua stan pameran berupa produk olahan dari Kelompok Wanita Tani, Forkom UMKM, Kelompok Jejaring Sampah, dan Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP).

”Berbagai produk UMKM yang ditampilkan seperti tas kerajinan dari kulit, batik, hingga olahan makan ini merupakan hasil binaan Kecamatan Depok dan Pemerintah Desa,” jelasnya.

Isti berharap, produk-produk pelaku usaha dari tiga desa di Kecamatan Depok yakni Condongcatur, Caturtunggal, dan Maguwoharjo nantinya dapat dikenal lebih luas. ”Ini juga kesempatan bagi pelaku usaha sebagai ajang promosi. Tidak menutup kemungkinan pihak ke-3 dapat melakukan kerja sama dengan UKM kami,” katanya.

Sementara itu, Camat Depok Abu Bakar, SSos, MSi mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa menggunakan, membeli, memanfaatkan produk lokal yang ada di wilayah Kecamatan Depok. ”Ini bertujuan mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan yang erat kaitannya dengan usaha kecil menengah,” ungkapnya.

Abu Bakar menambahkan, banyak usaha kecil mikro dan menengah, yang berpotensi besar terus berkembang di wilayah Kecamatan Depok. ”Oleh karena itu, masyarakat dituntut harus produktif dan aktif. Sebab melalui bela-beli produk lokal di wilayah Kecamatan Depok dapat mendongkrak perekonomian masyarakat,” katanya. (*/naf/ila)