SLEMAN – Penerangan jalan umum (PJU) di Sleman masih belum mencukupi. Dari 86 desa, baru 21 desa yang terpasang jaringan PJU.

Kasi PJU, Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman, Wahyu Estijanto membenarkan jika masih ada daerah yang belum terjangkau JPU. Tersebar di seluruh Sleman. “Nanti akan kami lakukan penambahan lampu penerangan. Tapi bertahap,” kata Wahyu Rabu (17/7).

Untuk menambah lampu penerangan, dibutuhkan biaya besar. Untuk satu desa, rata-rata ada 200 titik penerangan jalan yang harus dipasang. “Anggarannya Rp 800 juta per desa,” kata Wahyu.

Membuat Sleman lebih terang, tidak bisa dilakukan dengan cepat. Untuk 2019, pihaknya hanya akan menambah penerangan jalan umum di lima desa. “Penambahan baru berjalan, baru pelaksanaan kontrak,” ujar Wahyu.

Lima desa yang rencananya mendapat tambahan PJU, Sendangtirto (Berbah), Sidoluhur (Godean), Donoharjo (Ngaglik), Pakembinangun dan Candibinangun (Pakem). Dishub juga menambah penerangan jalan di jalur evakuasi.

Seperti di ruas jalan Padukuhan Ngepring hingga Turgo. Sebanyak 32 titik dengan memanfaatkan tiang listrik sebagai tempat untuk memasang PJU.

Salah satu daerah yang masih perlu penerangan adalah Jalan Tajem, Maguwoharjo, Depok hingga Desa Wedomartani, Ngemplak. Sepanjang ruas jalan tersebut minim penerangan dan hanya mengandalkan lampu penerangan rumah warga.

Salah seorang pengendara, Agung Wijanarko, 25, warga Banguntapan, Bantul yang hampir setiap hari melintas daerah tersebut untuk berangkat kerja mengaku khawatir jika harus melintas saat malam. Sebab kondisi jalan sepi, gelap dan banyak pohon besar di kanan kiri jalan.

“Takutnya kalau ada yang iseng mau melakukan tindakan kriminal,” kata Agung.

Minimnya penerangan juga berdampak pada potensi kecelakaan. Agung menambahkan, dengan jalan lurus itu banyak pengendara yang memacu kendaraannya dengan kencang.

“Kalau waktu malam, gelap, kecepatan tinggi bisa bahaya, apalagi saat mau mendahului, kiri kanan jalan juga pohonnya ada yang tumbuh hingga badan jalan. Kalau tidak hati-hati bisa kecelakaan,” ungkap Agung. (har/iwa/by)