JOGJA – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kuliah umum dengan tema “Indonesia dan Azerbaijan: Hubungan Antarperadaban dan Budaya”. Pembicara pada kuliah umum ini merupakan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Azerbaijan Prof Dr Husnan Bey Fananie MA.

Acara berlangsung di Kampus Utama UAD, di Jalan Ringroad Selatan, Bantul, Rabu (17/7). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan pimpinan UAD ke Azerbaijan beberapa bulan lalu.

Prof Husnan dalam kuliah umumnya menjelaskan tentang perbedaan kebudayaan dan peradaban antar kedua negara ini. Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan MoU dan serah terima buku.

“Azerbaijan terletak di Pegunungan Kaukasus. Di lembah paling rendah. Azerbaijan konon merupakan negerinya Nabi Nuh. Di tempat ini  lahir peradaban yang luar biasa pada masanya,” jelasnya.

Tapi, lanjut dia, kondisi saat ini berbeda sejak invasi Uni Soviet. Dia pun berharap keadaan di Azerbaizan, jangan sampai Indonesia dipecah belah dan kehilangan identitas, terutama agama.

“Saat ini kita adalah pejuang budaya dan peradaban. Mempertahankan budaya dan peradaban adalah kewajiban. Jangan sampai seperti Timur Tengah, kita harus mempertahankan persatuan dan kesatuan,” lanjutnya.

Prof Husnan menegaskan, Indonesia saat ini merupakan benteng peradaban umat Islam terakhir di dunia. Benteng ini tidak bisa lagi disandarkan ke Timur Tengah maupun Afrika. Oleh karenanya Indonesia harus mampu mencetak ulama berkualitas dan menyebarkannya.

“Benteng memiliki pilar-pilar, dan salah satu pilarnya adalah Kampus seperti UAD. Melalui perguruan tinggi pilar-pilar keislaman harus dipertahankan,” paparnya.

Rektor UAD Dr Kasiyarno MHum mengucapkan terima kasih atas kehadiran Prof Husnan ke UAD untuk memberi kuliah umum. “Ketika di Azerbaijan kami melakukan MoU dengan empat perguruan tinggi di sana. Ini berkat bantuan Pak Dubes juga,” ujarnya.

Kasiyarno menuturkan, UAD berencana memberikan beasiswa bagi 10 mahasiswa Azerbaijan untuk kuliah di UAD.”Kami akan memfasilitasi secara penuh, mulai dari biaya kuliah, sampai tempat tinggal. Nantinya mahasiswa dari Azerbaijan bisa kuliah di program studi bahasa, agama, maupun pendidikan,” ungkapnya. (*/pra/er)