SLEMAN – Sebagai desa bebas narkoba, Desa Condongcaur konsisten menggalakkan aksi nyata mengampanyekan perang terhadap penyalahgunaan narkoba. Salah satunya, dengan sosialisasi yang dikemas dalam bersepeda bertajuk Kampanye Anti Narkoba.

Rutenya, Balai Desa Condongcatur (Concat), Depok Sleman menuju kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta. Kepala Desa Condongcatur Reno Candra Sangaji mengatakan, sebagai desa berlabel Bersinar (bersih narkoba), pihaknya bertanggung jawab mengampanyekan kegiatan tolak narkoba.

FOTO: (NANANG FEBRIYANTO/RADAR JOGJA)

“Kami menggandeng komunitas dan relawan diberangkatkan ke Jakarta. Melewati 15 kota. Kami akan melakukan kampanye di masing-masing kota tersebut,’’ kata Reno di sela pemberangkatan (17/7/2019).

Tak hanya bersepeda, peserta akan berkampanye di kota yang dilalui. “Di alun-alun, kami akan membagikan alat peraga brosur dan stiker. Juga berdiskusi dengan komunitas dalam rangka perang melawan narkoba,’’ kata Reno.

Rute gowes, Buntu, Cirebon, Indramayu, Cikampek, berakhir di Jakarta. Perjalanan diperkirakan lima hari hingga Minggu (21/7/2019).

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIJ, Brigjen Pol Triwarno Atmojo menyambut baik kegiatan tersebut. Prevalensi narkoba tergolong besar.

Setiap hari ada 2-3 tindakan penangkapan yang dilakukan BNN maupun kepolisian. “Kegiatan ini menjadi upaya pencegahan narkoba, terutama generasi muda,’’ kata Triwarno.

Bupati Sleman, Sri Purnomo (SP) yang ikut hadir pada acara tersebut berkesempatan  melepas peserta gowes. Dia mengibarkan bendera start penanda dimulainya gowes berjarak 600 km.

SP mengimbau tak melakukan tindakan diskriminasi terhadap korban penyalahgunaan narkoba. “Perlu menyamakan persepsi bahwa sebenarnya mereka semua (pemakai narkoba) adalah korban. Supaya dapat kembali ke jalan yang benar,’’ imbau SP.

Gowes melibatkan perangkat desa Condongcatur terdiri dari dukuh, kepala seksi, dan staf. Juga komunitas pesepeda di wilayah DIJ. (*/cr16/iwa/by)