JOGJA – Minimnya pengetahuan tentang pemeriksaan Genomik mendorong Laboratorium Klinik Prodia menggelar Seminar Pemeriksaan Genomik untuk para klinisi di Jogja. Mengusung tema “Good Doctor for Better Disease Prevention – Seminar on Disease Prevention Through the Power of Genomic Testing” berlangsung di Hotel Royal Ambarrukmo, Sabtu (13/7).

Seminar kesehatan yang diikuti 144 peserta tersebut menghadirkan pembicara dari VU University Medical Center, Amsterdam, Belanda, dan Guru Besar Kehormatan di UGM, dokter spesialis anak di UGM dr Dian Kesumapramudya Nurputra MSc PhD SpA, dan Product Spesialis Prodia Novi Hastuti MSc, dengan moderator dokter RS Sardjito dr Nur Imma Fatimah Harahap PhD.

Regional Marketing Manager Central Java Region Prodia Rambu Beppy Hamuaty MKes Apt mengatakan, proses munculnya penyakit sebetulnya bermula dari genetik yang dimiliki seseorang tersebut. “Informasi genetic dapat digunakan untuk menilai risiko penyakit, skrining, diagnosis, menentukan obat yang tepat, dan membimbing perubahan gaya hidup,” jelasnya.

Menurut Beppy, pemeriksaan genomic menyediakan cara baru dalam menilai risiko penyakit.”Sangat meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya pengobatan di kemudian hari,” ujarnya.

Branch Manager Prodia Jogja Ronimatul Hayati SSi Apt menjelaskan, pemeriksaan genomic membuka paradigma baru dalam menilai risiko penyakit yang mendukung preventive medicine. “Prodia sebagai laboratorium klinik terbesar di Indonesia, memiliki layanan Prodia Genomic menggunakan teknologi terbaru microarray, sehingga untuk pemeriksaan genomic tidak perlu ke luar negeri,” ungkapnya.

Ronimatul menuturkan, layanan pemeriksaan Genomic yang tersedia diantaranya, CArisk, untuk melihat risko terhadap beberapa jenis kanker dan untuk melihat risiko terhadap penyakit diabetes. CADrisk, untuk melihat risiko penyakit kardiovaskular. TENSrisk, untuk melihat risiko penyakit hipertensi. IMMUNErisk, untuk melihat risiko penyakit autoimun.

“Prodia Wellness Genomic, untuk melihat risiko beberapa jenis penyakit. Prodia Nutrigenomics, untuk melihat gaya hidup yang tepat berdasarkan profil genomic. Serta layanan Prodia Pharmacogenomics, untuk memandu pemilihan obat yang tepat dan dosis terapi,” tuturnya. (obi/pra/er)