Sulasmi sekilas terlihat seperti ibu rumah tangga pada umumnya. Namun siapa sangka wanita yang sudah berusia 56 tahun ini dulunya atlet angkat besi. Kini prestasinya lebih hebat lagi, satu-satunya wasit wanita angkat besi dengan lisensi internasional 1.

HERY KURNIAWAN, Sleman

Sulasmi memiliki cerita menarik. Saat masih muda, ia awalnya menggeluti senam aerobik. Bahkan kala itu ibu satu anak ini sempat menjadi instruktur aerobik di salah satu pusat kebugaran di Jogjakarta.

Namun nasibnya berubah seketika saat ia secara tidak sengaja mencoba mengangkat barbel besar yang biasa digunakan untuk angkat besi. Waktu itu ia menyadari punya bakat di cabang olahraga angkat besi.

Benar saja, baru beberapa bulan berlatih, Sulasmi langsung berlaga di ajang Pra-PON 1989. “Ya senang sekali, apalagi sampai saat ini saya satu-satunya atlet wanita angkat besi DIJ yang bisa berlaga di PON,” kenang Sulasmi, dalam ngobrol santai dengan Radar Jogja di kediamanya (12/7).

Ajang PON 1989 yang berlangsung di Jakarta itu juga memiliki kenangan tersendiri bagi Sulasmi. Ia mengungkapkan, kala itu menjadi salah satu perhatian utama di DIJ. Bahkan Bupati Sleman Samirin datang ke Jakarta untuk menyaksikan Sulasmi bertanding secara langsung.

Namun di ajang PON itu Sulasmi masih belum bisa mempersembahkan medali untuk kontingen DIJ. Ia ada di posisi lima. Meski demikian tetap senang karena mendapatkan uang saku dari bupati. “Saat itu saya disangoni Rp 50 ribu, senang sekali rasanya,” ungkapnya.

Kala masih menjadi atlet, Sulasmi merasa bersyukur tidak pernah mengalami cedera parah. Namun ia mengaku sangat sering kejatuhan barbel saat berlatih dulu.

Karir Sulasmi di level atlet terbilang singkat. Tahun 1994 ia sudah memutuskan berhenti dan fokus menjadi wasit angkat besi. Setelah tekun berjuang dan memimpin ratusan turnamen, ia akhirnya mendapatkan lisensi wasit internasional kelas 1 dari Federasi Angkat Besi Dunia (IWF) pada 2017.

Dengan lisensi itu, Sulasmi bahkan sudah bisa memimpin ajang angkat besi sekelas Olimpiade. “Saat itu saya senang sekali, apalagi tak lama setelah dapat lisensi langsung jadi wasit di SEA Games Kuala Lumpur 2017,” ujar Sulasmi semringah.

Selain di SEA Games, ia juga sempat menjadi wasit di ajang Kejuaraan Dunia dan Asian Games tahun 2018 lalu. Kini ia sangat berharap bisa berangkat mewakili Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo, Jepang, tahun 2020.

Kecintaan Sulasmi pada cabang olahraga angkat besi sangat besar. Di usianya yang terbilang tidak muda lagi, ia masih aktif menjadi wasit. Ia juga masih terdaftar sebagai salah satu Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia DIJ.

Menurutnya, saat ini prestasi angkat besi DIJ masih jauh dari kata baik. Namun ia berharap dan akan terus berusaha menjadi bagian dari pembinaan atlet angkat besi di provinsi ini. “Ya, harapannya nanti akan ada lagi atlet  angkat besi DIJ yang konsisten berlaga di PON,” ujarnya.

Selain sibuk di dunia angkat besi, hari-hari Sulasmi kini juga diisi dengan mengelola kos-kosan dan tempat fitnes. Selain itu, wanita asli Sleman ini juga merawat suaminya yang sakit sejak beberapa bulan terakhir.

“Iya Mas, suami saya stroke. Semoga ada jalan untuk sembuh,” tandas wanita yang juga akrab disapa Lasmi Wongkar itu. (laz/rg)