PURWOREJO – Posisi lurah ternyata tidak begitu diminati Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Purworejo nonguru. Terbukti, 14 dari 16 jabatan kursi lurah ternyata belum memenuhi kuota pendaftar. Memang sudah ada yang mendaftar, namun belum memenuhi batas minimal yang masuk.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Purworejo, Nancy Megawati Hadisusilo mengatakan, waktu pendaftaran lelang lurah diperpanjang. Pihaknya akan mengundang PNS yang sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan gambaran jabatan lurah pada Senin (22/7/2019).

“Potensi PNS sebenarnya amat banyak untuk jabatan lurah. Tapi yang mendaftar masih kurang,” kata Nancy usai rapat tim pansel di Aula BKD (18/7/2019).

Dikatakan, baru Kelurahan Sucen Jurutengah Kecamatan Bayan dan Kelurahan Bayem Kecamatan Kutoarjo yang memenuhi batas minimal untuk dilanjutkan prosesnya. Demikian halnya untuk posisi camat di empat kecamatan, masing-masing Kaligesing, Bruno, Bayan, dan Pituruh.

“Kalau camat, (pendaftar) yang paling banyak untuk Kecamatan Bayan. Ada lima orang. (Kecamatan) yang lain sesuai batas minimal yakni tiga orang,” kata Nancy.

Seleksi camat dan lurah berbeda dengan seleksi jabatan pimpinan tinggi (JPT) Pratama. Peserta yang lolos akan mengikuti tahap uji gagasan tertulis (UGT), forum group discussion (FGD), serta wawancara.

“Jadi tidak sampai asesmen. Karena hasil asesmen itu berlaku selama dua tahun. Dan PNS yang masuk kualifikasi ini sudah melakukan asesmen pada 2017,” kata Nancy.

Anggota DPRD Purworejo Yaminah meminta seleksi transparan. Sehingga camat atau lurah bisa benar-benar bekerja dan melaksanakan program yang telah ditentukan pemkab.

Pemkab Purworejo membentuk panitia seleksi (Pansel) untuk mendapatkan empat camat serta 16 lurah. Pendaftaran dibuka Senin (8/7/2019) berakhir Rabu (17/7/2019). (udi/iwa/fj)