PURWOREJO – Back to nature. Kalimat yang berarti kembali ke alam tersebut disukai turis Eropa untuk berwisata. Namun mereka mementingkan kebutuhan dasar yang harus baik dan berkelas.

Demikian disampaikan Asdep Pengembangan Pemasaran II Regional IV, Ade Prihadi dalam Bimtek Sinkronisasi Promosi Pariwisata Pasar Eropa yang diadakan di Aula Hotel Bagelen, Kamis (18/7). Selain Ade, hadir anggota Komisi X DPR RI Bambang Sutrisno, Kabid Pengembangan Kapasitas Dinas Pariwisata Kebudayaan Purworejo Dyah Woro Setyaningsih.

“Orang Eropa suka dengan yang tidak ada di negaranya,” kata Ade.

Keinginan mendapatkan sesuatu yang tidak didapatkan di negaranya menjadi pemicu semakin tingginya wisatawan Eropa ke Indonesia. Mereka rela mengunjungi tempat-tempat yang benar-benar berbeda. Misalnya melihat aktivitas orang utan di hutan.

“Mereka rela keluar masuk hutan di siang hari. Tapi malamnya mereka akan kembali ke hotel berbintang lima,” kata Ade.

Di tempat wisata yang jauh dari hotel, mereka tetap mau mengunjungi. Namun kebutuhan dasarnya harus terpenuhi. Misalnya, toilet harus dibuat bersih dan standar turis asing.

“Toilet, meskipun hanya sekadar menggali lubang, tidak boleh biasa saja. Aliran airnya harus benar-benar ada dan higienis,” kata Ade.

Bambang Sutrisno mengatakan, Purworejo harus menyiapkan wisatanya dalam tempo dua tahun ke depan. Seiring niat Pusat menjadikan Borobudur sebagai tujuan wisata utama. “Kita harus bisa,” kata Bambang. (udi/iwa/fj)