JOGJA – Radar Jogja – Pemprov kembali melakukan uji coba kawasan semipedestrian Malioboro Selasa (23/7). Yang berbeda, pemprov bakal mensterilkan sirip-sirip kawasan Maliboro pada uji coba yang digelar Selasa Wage itu. Mulai dari kantong parkir dadakan hingga lapak pedagang kaki lima (PKL). Sebab, dalam uji coba pertama pada 18 Juni itu tampak titik-titik kemacetan di beberapa sirip Malioboro. Sebut saja di Jalan Letjen Soeprapto.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ Sigit Sapto Raharjo menegaskan, sterilisasi di sirip-sirip Malioboro untuk mengantisipasi titik-titik kemacetan. Itu sekaligus untuk menyempurnakan uji coba kawasan semipedestrian Malioboro.

”Kami juga mendirikan posko terpadu untuk memonitoring jalannya uji coba,” jelas Sigit melalui sambungan telepon minggu (21/7).

Guna mendukung uji coba kedua, kata Sigit, dishub juga menambah rambu-rambu petunjuk arah di sejumlah titik. Salah satunya di Jalan Pasar Kembang. Bahkan, dishub juga bakal menerjunkan beberapa personelnya. Sebagian bertugas mengarahkan kendaraan. Ada pula yang diberikan tugas memantau secara mobile di titik-titik penyangga.

”Karena penataan arusnya sama dengan uji coba pertama. Tidak ada perubahan,” tegasnya.

Pada uji coba pertama, seluruh kendaraan bermotor dilarang melintas di Jalan Malioboro. Kecuali Transjogja, mobil patroli polisi, dan kendaraan layanan masyarakat. Seperti ambulans.

Akses kendaraan dari sisi barat Malioboro hanya bisa melewati Jalan Sosrowijayan. Jalan ini dibuka untuk akses ke DPRD DIJ, Malioboro Mall, hingga sebelum Hotel Mutiara. Sedangkan akses keluarnya, pengendara bisa melintas ke Jalan Perwakilan menuju Jalan Mataram. Atau Jalan Dagen menuju Jalan Bhayangkara.

”Sirip Jalan Dagen dibuat satu arah dari timur ke barat,” ujarnya.

Menurutnya, penerapan kawasan semipedestrian Malioboro sangat tergantung dengan berbagai hal. Terutama infrastruktur pendukung. Yang paling mencolok adalah penyediaan kantong parkir. Karena itu, pemprov intens berkoordinasi dengan Pemkot Jogja. Ketersediaan kantong-kantong itu untuk menampung kendaraan yang biasa parkir di di sirip-sirip Malioboro.

”Kantong parkir yang tersedia ada Lahan Parkir Abu Bakar Ali, Beskalan, Beringharjo, Senopati, dan Ngabean,” katanya.

Di tempat terpisah, Sekprov DIJ Gatot Saptadi menambahkan, pemprov sedianya berencana me-launching becak listrik dalam uji coba kali ini. Namun, rencana itu gagal. Sebab, ketersediaan becak listrik masih minim.

”Kami tunggu dulu produksinya daripada diresmikan kemudian mandeg,” dalihnya.

Kendati begitu, Sigit memastikan, ada yang berbeda dengan uji coba kedua. Pemprov telah merancang berbagai atraksi kesenian saat uji coba kedua. Sepanjang Jalan Malioboro bakal menjadi panggung kesenian.

”Untuk meningkatkan daya tarik Malioboro,” ucapnya.

Beberapa panggung, antara lain, terletak di depan Hotel Inna Garuda, halaman kantor DPRD DIJ, dan Malioboro Mall. Menurutnya, berbagai atraksi kesenian yang digelar Dinas Pariwisata DIJ itu dimulai Selasa sore.

”Menjadi media ekspresif bagi para seniman untuk menampilkan bakatnya,” katanya. (bhn/zam/rg)