SLEMAN – Motif batik khas Sleman adalah batik parijoto. Namun, belum banyak yang tahu tanaman yang biasa ditanam di dataran tinggi tersebut.

Parijoto juga bisa diolah menjadi sirup menyegarkan. Mengandung antioksidan yang baik untuk kesuburan. Meningkatkan kekebalan tubuh, bagus dikonsumsi ibu hamil. Pria bisa mengonsumsi parijoto untuk kesuburan.

Tumbuhan bernama latin Medinilla speciosa tersebut tumbuh subur di hutan hujan tropis berketinggian 800-2.300 meter di atas permukaan laut (mdpl). Biasa ditemui di Gunung Andong dan Gunung Muria, Jateng. Buahnya bergelombol berwarna merah muda ketika masih mentah, dan ungu kehitaman ketika sudah matang.

Parijoto kini dibudidayakan di Dusun Ngijon, Sendangarum, Minggir, Sleman. Meski dataran rendah, parijoto bisa hidup di Minggir.

Ketua Kelompok Pelestarian Tanaman Parijoto Sendangarum Pariyadi mengatakan pelestarian parijoto dimulai setahun lalu. Dia tertarik mengembangkan parijoto lantaran menjadi motif batik khas Sleman.

‘’Saya belum mengetahui wujud tanaman tersebut. Batik parijoto sudah menjadi seragam di Sleman,” kata Pariyadi (21/7).

Mengembangkan parijoto agak rumit. Minggir dataran rendah dengan cuaca panas. “Parijoto tidak tahan cuaca panas ekstrem. Perlu dijaga kelembabannya. Media tanam harus disesuaikan,’’ kata Pariyadi.

Butuh waktu tujuh bulan menunggu parijoto berbuah. Setelah itu, pertumbuhan buah hingga matang memakan waktu tiga bulan. Dan bisa dipanen berkali-kali.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengapresiasi kelompok tersebut. “Parijoto merupakan ikon Sleman. Ternyata bisa dibudidayakan di Minggir,” kata Muslimatun.

Pemkab Sleman mendukung pelestarian parijoto. Muslimatun berharap parijoto tidak hanya menjadi tanaman hias. Bisa diolah untuk konsumsi. (har/iwa/by)