JOGJA – Atlet asal Sleman Mutiara Oktarani Nurul Al-Pasha berhasil mengharumkan nama Indonesia di Ajang ASEAN School Games (ASG) 2019. Atlet yang kerap disapa Pasha itu sukses menggondol medali perak di nomor lari 1.500 meter dan perunggu di nomor 3.000 meter. ASG 2019 digelar di Semarang, Jawa Tengah sejak 17 Juli hingga 25 Juli dan diikuti 10 negara ASEAN.

Pasha mengaku sangat bersyukur bisa mewakili Indonesia di ajang tersebut. Apalagi sukses menyumbangkan dua medali sekaligus. “Saya senang dan bangga bisa mendapatkan medali di kejuaraan ASG,” ujarnya, Senin (22/7).

Menurut Pasha, pesaing terberat di kejuaraan itu adalah Vietnam. Sebab dari dua medali yang dia dapatkan, pelari asal Vietnam selalu berhasil meraih podium pertama. Meski begitu, di kejuaraan berikutnya Pasha berharap dapat menyumbangkan medali emas untuk Indonesia.

Pasha merupakan atlet termuda yang mengikuti turnamen ASG 2019. Selain itu, bocah yang masih bersekolah di Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Gendol, Sleman itu juga sering mengikuti kejuaraan lari bertaraf nasional. “Saya akan terus berlatih supaya mendapatkan hasil yang maksimal untuk Indonesia,” ujarnya.

Ketua Umum (Ketum) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Sleman Aris Priyanto mengaku bangga dengan pencapaian yang diraih atlet binaannya. Terlebih di usia yang masih cukup belia, Pasha sudah bisa berprestasi di kancah international. “Anak ini punya prospek yang bagus untuk Indonesia,” kata Aris.

Aris berharap untuk ke depan atlet-atlet muda DIJ banyak yang mengikuti jejak Pasha. Artinya bisa berprestasi untuk DIJ dan Indonesia. “Saya sangat berharap KONI Sleman dan DIJ dapat mengikat Pasha supaya tidak jatuh ke daerah lain,” ujarnya.(cr18/din/zl)