JOGJA – Profesi sebagai buruh gendong, dengan mengangkat beban berat naik turun Pasar Beringharjo, tidak membuat Prenil mengeluh pegal linu. Dia justru merasakan dampak gatal-gatal.

Bukan sebab dari mengangkat beban yang terlalu berat melainkan alergi pada makanan. Saat merasakannya, perempuan sepuh itu hanya membeli obat di apotek. Tidak pernah memeriksakan kesehatannya di Puskesmas. Tapi Rabu (24/7), bersama komunitas buruh gendong dan pengayuh becak dia menerima layanan kesehatan umum gratis di Pendopo Pasar.

Layanan kesehatan yang diselenggarakan oleh Baitul Maal (BMT) Beringharjo itu untuk pemeriksaan penyakit dasar. Secara umum yang dikeluhkan, seperti hipertensi, gatal-gatal, pegel-pegal, atau flu. “Ya senang akhirnya bisa periksa gratis, sudah dapat obat,” tutur Prenil.

Padahal tiap hari Prenil minimal mengangkat beban 20 kilogram hingga 50 kilogram. Justru keluhan satu ini menjadi hal yang biasa setiap hari dirasakan. “Kulo angger kesel dipijetke kaleh bapakne, kerok i wes mari,” katanya.

Karena mengeluh gatal, Prenil mendapat pantangan makan dari petugas kesehatan. Yaitu mie, telur, ikan laut, dan es. Tapi dia mengaku tidak bisa meninggalkan minuman es. Katanya itu sebagi penjaga dahaganya ketika dia lelah membasa beban berat. “Aku lak nek ngelak ra ngombe es awan-awan ra marem,” ujarnya sambil tertawa.

Kegiatan layanan kesehatan gratis itu dilaksanakan dalam rangka kegiatan Milad ke-25 BMT Beringharjo. Staf Baitul Maal KSPPS BMT Beringharjo, Agus Wawardi mengatakan layanan kesehatan yang baru perdana dilakukan di komplek Pasar ini adalah untuk merangkul semua pihak yang terlibat di Pasar Beringharjo. “Karena 25 tahun lalu kami lahir di pasar oleh komunitas pasar, mulai dari pedagang di emperan, jasa gendong, sampai tukang becak,” kata Agus. (cr15/pra/er)