SLEMAN – Awan gelap masih menyelimuti PSS Sleman. Itu setelah mengalami kekalahan beruntun di lanjutan Shopee Liga 1 2019. Dari dua laga yang dijalani, Super Elang Jawa -julukan PSS Sleman- selalu menuai hasil minor. Yakni, takluk dari PSIS Semarang dengan skor 1-3 Rabu (17/7) dan dipermalukan Bali United dengan skor 1-3 di stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali Senin (22/7).

Itu menjadi pekerjaan rumah sang juru taktik PSS Sleman Seto Nurdiyantara untuk segera memperbaiki performa anak asuhnya. Kendati demikian, Seto menilai sejauh ini anak asuhnya sudah tampil cukup bagus hingga di pekan ke-9. Artinya mereka bisa berkompetisi di tengah persaingan pemain Liga 1 yang lebih berpengalaman.

Dengan keterbatasan awal pembentukan tim PSS, dia menilai sejauh ini hasilnya sudah lumayan.  Namun, apabila tak ada perubahan di dua atau tiga pertandingan berikutnya, Seto menyatakan akan mengundurkan diri sebagai pelatih PSS. “Apabila tidak ada perubahan, mungkin saya secara pribadi akan resign,” ujar Seto di sela-sela latihan PSS Sleman di Lapangan Yogyakarta Internationa School (YIS), kemarin (24/7).

Pelatih asal Kalasan itu mengatakan akan berupaya semaksimal mungkin meminimalisasi problem tersebut. Masih ada waktu untuk berbenah sebelum menjamu Barito Putera Sabtu (27/7) mendatang. “Kami akan berusaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan memperbaiki mental pemain,” ujarnya.

Dia juga menagkui absennya pilar penting PSS cukup mempengaruhi penampilan Bagus Nirwanto dkk. Berkaca pada laga kontra Bali United, lini belakang PSS menjadi perhatian penting yang harus bisa diatasi. Sebab, tiga gol Serdadu Tridatu -julukan Bali United- tak lepas dari kesalahan yang dilakukan lini belakang PSS.

Absennya Alfonso De La Cruz yang masih dibekap cedera hamstring menjadi kerugian besar bagi PSS. Sepeninggalan bek asal Spanyol itu memang cukup mempengaruhi performa PSS. Artinya jantung pertahanan Super Elja begitu mudah ditembus lawan. Meski begitu, Seto menyatakan akan fokus menatap laga selanjutnya. “Latihan tadi untuk menjaga kebugaran dan touch saja. Pemain kan masih capek dan masih belum bisa move on dari kekalahan kemarin,” ujarnya

Faktor lain yang masih menjadi momok bagi PSS yakni terkait kebugaran pemain. Hal itu terjadi lantaran recovery yang dilakukan begitu singkat. Alhasil banyak pemain yang dinyatakan tidak fit. “Alfonso masih pemulihan mungkin besok sudah bisa mengikuti latihan dan Yevhen sedang demam sehingga absen pada latihan hari ini,” papar Seto.

Alfonzo dipastikan masih absen Sabtu (27/7) nanti. Bek tengah asal Spanyol itu diperkirakan baru bisa kembali merumput saat Super Elja bertandang ke Pamekasan demi menghadapi Madura United, Rabu (31/7) mendatang.

Alfonso mengalami cedera robek otot di bagian paha saat PSS menjalani laga tandang rasa kandang menghadapi Kalteng Putra pada 7 Juli lalu. Alfonso sendiri menyatakan sudah tidak sabar untuk bisa kembali berlaga. Untuk itu dia saat ini tengah fokus menjalani masa pemulihan.

Fisioteraphis PSS Sleman Diky Krisnanda menyatakan sejak awal mengalami cedera, Alfonso sudah langsung dia tangani. Perlahan Diky memberikan berbagai macam perawatan dan program pemulihan untuk bek bernomor punggung 14 itu.(cr18/cr12/din/fj)