JOGJA – Agar para wisudawan siap menghadapi dunia kerja, Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) melalui Bidang Career Development Center (CDC) dan Alumni, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), menyelenggarakan job training. Pelatihan diikuti 267 peserta. Dilaksanakan di Kampus Utama UAD, Tamanan, Banguntapan, Bantul (25/7).

Kepala Bimawa UAD Dr Dedi Pramono MHum menginginkan semua lulusan UAD siap memasuki dunia kerja. Juga siap menjadi wirausahawan.

Agar mereka bisa menggapai masa depan lebih baik. “Job training dilanjutkan dengan rekrutmen kerja dari PT Sanbe Farma. Peluang terbuka lebar untuk semua jurusan di UAD,” ujar Dedi.

Mahasiswa UAD, selain membawa ijazah dan transkrip nilai sebagai bukti hard skill, juga dibekali Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Mendefinisikan kemampuan soft skills yang dimiliki.

Supervisor Human Capital PT Sanbe Farma Anitya Mesya Pratiwi langsung membuka dengan pertanyaan menarik. Mengapa perusahaan besar sering mengikuti job fair terus?

Jawabannya karena gap (jarak) yang lebar antara kualifikasi yang dibutuhkan pekerjaan dengan kualitas lulusan yang ada. “Ke depan saingan kita tidak hanya dengan manusia, tapi juga dengan robot. Pada 2025 diprediksi banyak pekerjaan konvensional hilang. Misal penyiar, kasir, dan office boy. Tergantikan robot,” ungkapnya.

Namun ada karir yang tidak bisa digantikan robot. Yakni pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, imajinasi, dan leadership.

Mesya berpesan, ketahui potensi diri, kenali diri (know yourself) sehingga lebih tahan banting. Temukan apa pekerjaan yang cocok. “Caranya? Minta validasi dan feedback dari orang lain. Selalu introspeksi dan observasi diri,” terangnya.

Saran Mesya, tulis impian kita. Pilih pekerjaan sesuai edukasi, rajin menambah kemampuan dengan pelatihan yang relevan, work style harus positif dan jangan “perhitungan soal waktu”, communication skills harus baik, kemudian carilah job fair yang terdekat jaraknya agar memudahkan.

Attitude harus baik, jangan suka gonta ganti nomor hape, alamat email jangan alay, CV harus baik, kenali weakness misal alergi dingin dan mudah panik. Rajin ikuti training, dan cari mentor yang bisa memberikan feedback positif. Terpenting adalah keep learning,” ujarnya.

Mesya mewanti-wanti HRD sebuah perusahaan sering mengecek socmed seperti facebook, instagram, twitter, dan youtube. Jadi mulai saat ini kita harus bijak. Isi dengan postingan yang baik, karena itu menjadi profil kita. HRD akan mengecek riwayat kerja, maka kita harus baik di tempat kerja sebelumnya.

“Pandai menempatkan diri, pandai berkolaborasi, memiliki time management yang baik, kemudian leadership harus kuat. Semua akan terbangun melalui pengalaman dan training,” katanya.

Mesya memberikan tips menghadapi interview, yakni malam sebelumnya jangan begadang. Tapi berlatihlah mendeskripsikan diri dengan lengkap, singkat, dan menarik.

Pelajari perusahaan yang diincar. Performance harus bagus, pakai baju yang terbaik, potong rambut dan kuku, badan harus bersih dan wangi. ‘’Saat interview jangan lupa silent hape,” tuturnya. (*/iwa/er)