MAGELANG – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sepertinya perlu datang ke Magelang, mengkampanyekan gemar makan ikan. Itu karena angka konsumsi ikan (AKI) di Kota Magelang masih sangat rendah

Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang Susmiyati menyebut AKI Kota Magelang baru mencapai angka 23,25 kg/kapita/tahun. Angka ini masih jauh dengan AKI ideal untuk kesehatan yakni lebih dari 31 kg/kapita/tahun. Susmiyati menyebutkan sesuai data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), AKI di Jawa Tengah pada 2019 ini sementara 30,64 kg/kapita/tahun. Sedangkan secara nasional AKI di Indonesia baru mencapai 47 kg/kapita/tahun.

Apalagi jika dibanding negara tetangga, seperti Malaysia yang sudah 70 kg/kapita/tahun, Korea Selatan 60 kg/kapita/tahun dan Jepang bahkan sudah 140 kg/kapita/tahun. ”Sebetulnya ada kenaikan, tapi masih termasuk rendah dari AKI ideal,” katanya Minggu (28/7). “Karena itu, kesadaran individu dan kelompok masyarakat tentang arti penting mengkonsumsi ikan harus terus digaungkan,” tambahnya.

Pemerintah, lanjut dia, melalui KKP sendiri telah menginisiasi Gerakan Masyarakat Makan Ikan (Gemarikan) yang digaungkan sejak 2004 silam. Gemarikan menjadi gerakan nasional yang dilaksanakan secara berjenjang hingga ke lapisan bawah masyarakat. Termasuk di Kota Magelang.

Sasaran utama Gemarikan, kata dia, di Kota Magelang adalah anak-anak usia balita hingga masa sekolah. Ini merupakan upaya penanaman kesadaran sejak dini tentang arti pentingnya makan ikan bagi kesehatan dan kecerdasan.  Untuk merealisasikan program ini, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah dan melibatkan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kota Magelang dengan sasaran kader PKK se-Kota Magelang.

Dalam program tersebut, terdapat berbagai kegiatan, salah satunya pelatihan tentang pengolahan ikan dari pemateri berkompeten. Pelatihan bertujuan agar para kader PKK bisa mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan mengolah ikan di lingkungan keluarga dan sekitarnya.

Ketua TP PKK Kota Magelang, Yetty Biakti termasuk yang mengapresiasi program ini. Menurut dia, program ini dapat menambah pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu dalam mengolah ikan menjadi aneka ragam olahan. “Perempuan, khususnya kader PKK, harus menjadi aktor utama dalam mengajak dan menggerakkan keluarga dan lingkungan sekitarnya agar terbiasa dengan budaya makan ikan,” ungkapnya. (cr10/pra/er)