SLEMAN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jogja terus memantapkan kekuatannya demi meraih gelar Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIJ 2019 yang hanya tinggal dua bulan saja. Program yang dilakukan adalah mendorong semangat para pelatih untuk menyiapkan atlet-atletnya sebelum bertarung di ajang sebenarnya.

Ketua Umum KONI Kota Jogja Tri Joko Susanto mengatakan, selain mempersiapkan atlet, juga diperhatikan aspek pelatih. Pelatih memiliki peran penting untuk meraih prestasi seorang atlet.

Menurutnya, di tangan pelatihlah nantinya kesiapan seorang atlet akan didapat. Peran pelatih menentukan puncak kesiapan para atletnya, melalui program latihan yang disusun.

“Jangan sampai pelatih nanti membuat program yang salah, sehingga atlet sudah mencapai puncak kesiapannya sebelum tanding,”  kata Tri saat bimbingan teknis (bimtek) bagi pelatih di Kampus UNY, Minggu.

Dalam bimtek yang dihadiri seluruh pelatih ini, KONI Jogja menghadirkan pakar olahraga dari UNY Mansur MS dan Danardono. Dari dua pembicara itu, Tri Joko melihat banyak manfaat yang dapat diambil oleh para pelatih untuk mengembangkan metode kepelatihannya guna meningkatkan kapasitas atlet. “Metode kepelatihan secara akademik ini diharapkan dapat membantu bagi pelatih kami,” jelasnya.

Sementara itu Mansur MS menjelaskan, perkembangan teknologi dan iptek saat ini sangat berpengaruh dalam pola pelatihan atlet. Untuk itulah pelatih juga perlu mengikuti untuk terus dapat mengembangkan kemampuannya dan kemampuan para atletnya.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan seorang pelatih, menurutnya, adalah inovasi dan kreativitas, kemampuan jejaring, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta sumber kemampaun alamiahnya. “Inovasi dan kreativitas memiliki peranan 45 persen dalam pengembangan kemampuan pelatih,” jelasnya.

Oleh karenanya, pelatih sebagus apapun jika tidak bisa berkreasi dan berinovasi, pasti lama-lama akan tertinggal. “Jadi jangan takut berinovasi dan berkreasi dalam program kepelatihan,” ujarnya. (bhn/laz/zl)