JOGJA – Sebanyak 30 atlet Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) dinyatakan lolos pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020. Sejauh ini, tercatat enam cabang olahraga (cabor) telah mengikuti babak Prakualifikasi PON 2019. Yakni, cabor Judo yang meloloskan tujuh atlet, balap sepeda (10), wushu (8), woodball (2), dan atletik (3).

Dari 30 atlet, terdapat enam atlet nonpuslatda yang justru lolos dalam tahap tersebut. Menurut Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ Joko Pekik Irianto, per 1 Agustus akan ada surat keputusan (SK) baru untuk atlet yang lolos. Artinya bagi atlet puslatda yang tidak lolos akan secara otomatis terdegradasi. “Sebaliknya untuk atlet yang lolos akan masuk pada SK promosi,’’ ujarnya Senin (29/7).

Joko menyebut 30 atlet yang telah lolos merupakan motivasi untuk atlet lain agar terlecut semangat mendapatkan hasil yang maksimal di Pra-PON. “Target kami sekitar 125 sampai 150 atlet yang lolos ke Pra-PON,” katanya.

Joko menuturkan bahwa saat ini pihak KONI DIJ sudah menerima jadwal Pra-PON yang akan bergulir pada Agustus hingga Desember 2019. “Semoga para atlet yang diberangkatkan ke Pra-PON mendapatkan hasil yang terbaik di cabor masing-masing,” harapnya.

Untuk target PON XX Papua 2020, Joko berharap agar DIJ dapat mendulang emas sebanyak-banyaknya. Artinya dapat melampaui pencapaian pada PON Jabar 2016. Paling tidak sama seperti di Jabar yakni 16 emas. Syukur-syukur bisa lebih. “Apalagi jarak venue PON tahun depan sangat jauh tentu akan mengeluarkan biaya akomodasi yang tidak sedikit,’’ jelasnya.

Saat ini, pihak KONI akan fokus mengawal dan memonitor atlet puslatda agar benar-benar siap bertempur di kompetisi Pra-PON. “Tentu akan kami pantau supaya benar-benar maksimal saat bertanding,” katanya. (cr18/din/zl)