GUNUNGKIDUL – Warga Gunungkunir, Candirejo, Semanu sedang bersemangat mengangkat potensi lokal. Mereka memanfaatkan lahan pertanian untuk kebun buah. Bekerjasama dengan Lembaga Kebun Insinyur, mereka mengembangkan buah-buahan unggulan tanpa mengenal musim.

Koordinator Lembaga Kebun Insinyur Iriawan mengatakan, program ini muaranya bertujuan menyejahterakan masyarakat. Ini juga sejalan dengan pertumbuhan sektor wisata yang sekarang terus menggeliat.

“Kebun buah dengan dua jenis tanaman, durian dan kelengkeng. Merupakan jenis super karena memiliki harga jual di atas rata-rata,” kata Iriawan Senin (29/7).

Dikatakan, pengembangan kebun buah ini dirintis sejak dua tahun terakhir. Tanaman kelengkeng pengembangan berjalan baik karena mulai berbuah. Berdaun lebat dan memiliki rumpun buah cukup banyak. Pengembangan ini sudah melalui proses inovasi teknologi. “Sehingga pengembangan dikenal dengan kebun buah penghormonan,” ujarnya.

Dia mengakui, tantangan yang dihadapi adalah ketersediaan air. Itu artinya prosesnya tidak semudah yang dibayangkan. Karena wilayah Gunungkunir termasuk daerah kering saat kemarau. Untuk sementara waktu warga memanfaatkan sambungan dari PDAM.
Seorang warga Gunungkunir, Supramono menyampaikan, pengembangan kebun buah tersebut memberikan banyak manfaat. Karena bisa membantu dalam upaya peningkatan kesejahteraan. “Tanaman buah kelengkeng sudah mulai berbuah,” kata Supramono.

Inisiator Lembaga Kebun Buah Wahyu Purwanto mengatakan, pemilihan kerja sama pengembangan kebun buah di Gunungkunir karena ada laporan di wilayah ini masih banyak warga miskin. Diharapkan dengan pemberdayaan, kesejahteraan masyarakat bisa meningkat.

Menurutnya, tujuan lain pengembangan juga sebagai pendukung potensi wisata. Dengan demikian, setelah kebun buah jadi, nanti akan ada rest area sebagai tempat singgah pengunjung dari dan menuju kawasan pantai. (gun/din/zl)