SLEMAN – Juprin Al Indra, 35, warga Jawa Barat harus dibopong saat berjalan. Kaki kirinya luka serius pada paha dan betis. Bahkan Juprin hanya sanggup untuk duduk dan sesekali merintih kesakitan.

Pria yang mengaku berprofesi sebagai wartawan pada media online Fokus Berita Indonesia (FBI) itu juga harus berurusan dengan polisi. Bukan untuk mencari berita. Namun karena tindakan kriminalnya.

“Tersangka kami amankan karena kedapatan mencuri laptop,” kata Kapolsek Depok Timur Kompol Paridal Senin (29/7).

Ada dua tempat kejadian perkara (TKP) pencurian. Semuanya di kos-kosan yang masuk wilayah hukum Polsek Depok Timur. “Tapi masih kami selidiki lagi apakah ada TKP lain,” kata Paridal.

Saat beraksi, tersangka menggunakan baju serba hitam. Untuk semakin meyakinkan masyarakat tak lupa ID pers selalu dikenakan. Hal itu guna meyakinkan masyarakat jika tersangka adalah benar wartawan.

“Dengan begitu masyarakat tidak mungkin mengira jika pelaku akan melakukan tindak pidana,” kata Paridal.

Pelaku selalu beralasan untuk mencari berita. Atau jika dia belum sempat beraksi, pelaku beralasan tengah mencari alamat. Juga ketika dia ditangkap, kepada masyarakat juga mengaku hal serupa.

“Sudah sempat dihakimi massa. Dari tangan pelaku kami amankan dua unit laptop hasil curian,” kata Paridal.

Penelusuran Radar Jogja, media FBI ada di dalam mesin pencarian. Dengan alamat website tabloid-fbi.com. Nama tersangka juga tercantum dalam susunan redaksi dimana tersangka bertugas pada tim investigasi. Untuk alamat redaksi di Bandung, Jawa Barat.

Sementara itu, dari penuturan Juprin Al Indra, dia tidak berniat mencuri. Kepada polisi dan wartawan, dia mengaku hanya ingin mencari alamat untuk kebutuhan berita. “Mau nyari berita,” katanya lirih.

Tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dan termasuk dalam pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (har/iwa/by)