JOGJA – Bermain di kandang sendiri Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, PSIM Jogja menang tipis 1-0 atas Persewar Waropen, Senin (29/7). Tambahan tiga poin melesakkan Laskar Mataram- julukan PSIM Jogja ke peringkat ke-dua klasemen Grup Timur Liga 2 Indonesia.

Gol semata wayang anak asuh Aji Santoso ini lahir dari titik putih melalui kaki Raphael Maitimo di menit 59. Ini sekaligus gol perdana Maitimo sejak menjadi penggawa PSIM Jogja.”Saya senang bisa mencetak gol ini. Tapi yang terpenting adalah untuk tim. Semoga di pertandingan selanjutnya bisa menang,’’ ujarnya.

Laga Senin berjalan keras. Bahkan menjurus kasar. Berkali-kali pemain Laskar Mataram terjatuh akibat permainan kasar yang diperagakan para pemain Seribu Bakau- julukan Persewar Waropen.

Faktanya, wasit Ruslan Waly dari Sulawesi Utara mengeluarkan kartu merah atas bek Vicktor Pae di menit ke 63 setelah kedapatan dengan sengaja menginjak Agung Pribadi. Tidak hanya itu, dalam pertandingan tersebut wasit juga mengeluarkan enam kartu kuning kepada para pemain.

Ketidakhadiran Christian Gonzales di lini depan PSIM Jogja memang memberi dampak tersendiri. Kehadiran Muhammad Dwi Raffi pun belum membawa dampak berarti karena PSIM nyaris minim peluang.

Meski begitu pelatih PSIM Jogja Aji Santoso tetap memberikan pujian kepada anak asuhnya meski menang dengan skor tipis. Bahkan, dalam keunggulan jumlah pemain pun skuad Laskar Mataram tidak mampu menambah gol. “Tak perlu dipersoalkan kami tidak hasilkan banyak gol. Saya sudah senang anak-anak bermain dengan kepercayaan diri yang tinggi,” kata Aji.

Menurutnya apa yang diperagakan oleh para pemainnnya Senin sudah sesui dengan yang dilakukan dalam latihan. Sehingga, dia melihat Ichsan Pratama dkk sudah dapat menerapkan dengan baik apa yang diinginkan. “Kami bermain pressing dari atas dan fokus dalam menjaga zona. Ini yang saya harapkan dalam latihan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, mantan bek tim nasional ini pun memuji dua talenta mudanya yang diberi kesempatan bermain. Terutama, gelandang Yoga Pratama yang mendapatkan kesempatan bermain 10 di 10 menit terakhir. “Ini pemain dengan talenta luar biasa. Transisi dari menyerang ke bertahan cukup baik. Dia berkerja keras selama latihan,” jelasnya.

Manajer Persewar Waropem Yulens Bonai mengeluhkan kepemimpanan wasit. Menurutnya, banyak keputusan wasit yang merugikan timnya. Termasuk keputusan memberikan penalti kepada tuan rumah. “Namun laga telah berakhir dan kami harus menerima,” keluhnya.

Selanjutnya, Laskar Mataram akan melakukan laga away melawan Sulut United di Stadion I Wayan Dipta di Bali pada Sabtu (3/8) mendatang. Kemenangan atas Sulut membuka peluang PSIM mempertahankan posisi papan atas bersama dengan Persik Kediri yang kini berada di puncak klasemen dengan poin 15. (bhn/din/rg)