SLEMAN – Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menjenguk Buya Ahmad Syafii Maarif di kediamannya di Jalan Halmahera D 76, Sleman, Selasa sore (30/7). Pertemuan sekitar pukul 16.15 itu berlangsung akrab dan terbuka. Ke duanya bertemu lebih dari 40 menit.

Menurut Surya, tidak banyak tokoh yang dia kagumi. Tapi Buya salah satu tokoh yang dia kagumi. Dia pun mengaku respect terhadap pikiran dan pandangaan Buya Syafii. ”Sebagai latar belakang, saya berkunjung kepada senior yang saya kagumi, amat saya kagumi,” kata dia.

Kegaguman Surya Paloh terletak pada sosok Buya Syafii yang telah dikenalnya lama, terkait ketokohannya, prinsip-prinsipnya, dan filosofisnya. Terutama dalam memberikan pencerahan bagi kehidupan kebangsaan.

Surya mengaku, banyak hal yang dia diskusikan dengan Buya, misalnya terkait dinamika kebangsaan usai dilaksanakan Pemilu serentak. Model Pemilu 2019 yang dilaksanakan secara bersamaan baru pertama kali dilaksanakan. Bangsa Indonesia, lanjut Surya, membutuhkan sosok Buya yang sehat, yang terus menerus bergelut mengikuti perjalanan dan pergolakan kebangsaan. ”Pasti ada kerinduan bersama untuk saling berdiskusi,” kata dia.

Surya mengaku, dia memiliki banyak bahasa batin yang sama dengan Buya Syafii. Ketika Buya Syafii sakit, Surya pun mengaku galau sehingga saat ke Jogjakarta, dia berkunjung. Selain tokoh nasional, Buya di mata Surya Paloh adalah seorang senior dan deklarator Ormas Nasional Demokrat. Selain Buya Syafii, Surya juga menyebut tokoh-tokoh lain yang juga deklarator Ormas Nasdem, seperti Anies Baswedan, Sri Sultan HB X, Basuki Thahaja Purnama, hingga Khofifah Indar Parawansa.

Surya pun kembali mengingatkan prinsip dasar berdirinya Ormas Nasional Demokrat, yaitu membawa kemajuan bangsa melalui gerakan perubahan, restorasi Indonesia.  Terkait perjalanan bangsa ini, Surya mengaku sependapat dengan Buya yang merasa galau. ”Kami bukan pesimis, tugas kami tetap mengambil pikiran-pikiran beliau, tetap optimis (dengan bangsa ini),” kata dia.

Surya mengatakan, perjuangan ke depan cukup berat. Seluruh komponen bangsa harus menjadari, jika hanya melakukan pekerjaan yang biasa-biasa saja, tanpa terobosan ke depan, Indonesia akan jauh tertinggal. Surya juga menyampaikan Buya Syafii patut diteladani karena bisa dekat kepada semua pihak, yang simpati maupun yang antipati, dan bisa menerima pemikiran mereka. Buya Syafii juga dinilai sudah selesai dengan dirinya.”Marilah teman-teman semua, kita doakan Buya tetap sehat,” kata Surya.

Dalam kesempatan itu, Buya Syafii Maarif menyambut baik kunjungan Surya Paloh dan jajaran petinggi Partai Nasdem. Menurut Buya, partai-partai politik sebagian besar tidak memikirkan bangsa dan negara.

”Siapa yang memikirkan bangsa dan negara? Tampaknya teman ini yang termasuk memikirkan bangsa dan negara. Mudah-mudahan partai ini juga ikut dia. Jika tidak, berantakan bangsa ini,” ujar Buya didampingi Surya Paloh.

Buya mengatakan, pertemuannya dengan Surya Paloh membicarakan kebangsaan dalam konteks luas, bukan soal pragmatisme kekuasaan. (*/pra/ila)