BANTUL – BPJS Kesehatan Cabang Jogja membantah perihal rencana pembayaran klaim minimal 25 persen per bulan. BPJS cabang yang membawahi Kota Jogja, Bantul, dan Gunungkidul itu berdalih tidak ada kebijakan baru dari BPJS Kesehatan.

”Kami bayarkan sesuai dengan yang ditagihkan, bukan hanya 25 persen. Kan semuanya by aplikasi. Jadi, kalau total nominal itu, ya, kami bayarkan itu,” elak Kepala BPJS Cabang Jogja Dwi Hesti Yuniarti disinggung mengenai kebijakan baru BPJS Kesehatan.

Kendati mengelak, Hesti mengakui BPJS Kesehatan bekerja sama dengan 26 bank mitra. Itu sebagai solusi jika rumah sakit ingin mengajukan pinjaman dana talangan. Toh, besaran dana talangan yang dibutuhkan setiap rumah sakit berbeda.

”Ketika rumah sakit tidak mengambil solusi itu, tidak masalah. Bukan menjadi kewajiban,” katanya.

Terkait tunggakan klaim RSUD Panembahan Senopati, dia berdalih pelunasan klaim RSUD tinggal menunggu waktu.

”Hanya menunggu jatuh tempo pembayaran saja,” ucapnya.

Kondisi itu berbeda dengan RSUD Wirosaban. Menurutnya, BPJS baru bisa menyelesaikan klaim bulan Mei dan Juni. Sedangkan pengajuan klaim bulan Maret dan April belum diterima. Itu lantaran rumah sakit dalam proses reakreditasi.

“Itu sudah kami terima klaimnya, tinggal menunggu pembayaran,” katanya.

Karena itu, dia membantah memiliki tunggakan utang Rp 16 miliar. BPJS Kesehatan hanya mengakui pengajuan klaim bulan Mei hingga Juni. Totalnya Rp 7,6 miliar.

”Jadi itu (Rp 7,6 miliar, Red) yang sudah kami akui. Ini dalam proses menunggu jatuh temponya,” tambahnya. (cr15/zam/rg)