JOGJA – Jamfest merupakan festival jamu, tanaman obat, dan kuliner herbal. Jamfest bakal ikut menyemarakkan Jogja Cross Culture 2019 pada Jumat-Minggu (2-4/8) mulai pukul 15.00 di kawasan Kilometer 0 Jogja.

Penampil di Jamfest beberapa jenis jamu hasil olahan warga dari 14 kecamatan yang ada di Kota Jogja. Sesuai ciri khas wilayah masing-masing.

Jamfest adalah salah satu dari beberapa rangkaian acara yang melibatkan warga dari 14 kecamatan di Kota Jogja. Kegiatan lain di antaranya pembuatan Jenang Khas Kota Jogja. Diberi nama Jenang Golong Gilig yang akan di-launching di acara tersebut.

Perwakilan wilayah ini juga akan terlibat dalam penampilan tari rakyat di Titik 0 Kilometer Jogjakarta. Secara bersama-sama berkolaborasi penampilan dalam Njoged Njalar.

Keterlibatan lain dari perwakilan wilayah ini ada pula pada aktivitas yang mengedepankan edukasi sejarah, dikemas dalam tajuk Historical Trail Njeron Benteng. Aktivitas yang terbuka juga untuk umum ini mengajak peserta menyusuri tempat-tempat bersejarah Njeron Benteng.

Konsep partisipatif ini menjadi penting bagi sebuah gerakan budaya. ‘’Cross culture itu mungkin selalu kontekstual. Tetapi prinsipnya pelibatan. Melibatkan banyak pihak. Sehingga silang budaya memunculkan pemahaman lintas budaya,” kata budayawan Prof Dr Suminto A. Sayuti.

Jogja Cross Culture sejak awal dikonsep menjadi gerakan budaya di seluruh elemen masyarakat. Dalam membidani program ini, kesadaran yang terbentuk bahwa budaya bukanlah sebuah komoditas.

Budaya adalah sebuah cara hidup yang tumbuh dan berkembang pada sebuah kelompok dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Titik tekan program ini adalah bagaimana budaya itu hidup dan menghidupi. Gerakan pembinaan dan penguatan budaya di kelompok-kelompok inilah yang sebenarnya menjadi focal point.

Istimewanya lagi, di Jogja terjadi saling silang budaya sejak awal berdirinya Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat. Semuanya mampu berkembang dan bersanding.

‘’Inilah kemudian menciptakan sebuah melting pot budaya dalam satu kota. Tepat kiranya, Jogja menjadi bagian dari Kota Budaya Dunia,” ujar Program Director Jogja Cross Culture RM Altiyanto Henryawan.

Ikuti informasi Jogja Cross Culture 2019. Bisa melalui Facebook Page Jogja Cross Culture-JCC, Instagram @jogjacrossculture, Twitter @jogjacrossculture. (*/iwa/fj)