JOGJA – Penentuan trase tol Solo-Jogja semakin menemukan titik terang. Tim teknis Direktorat Jendral Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) akan kembali ke DIJ guna melakukan pembahasan lanjutan.

Sekprov DIJ Gatot Saptadi mengatakan, pembahasan trase antara pusat dan daerah masih terus akan berlanjut. “Teknis sudah diselesaikan di Jakarta dan akan dibicarakan kembali,” kata Gatot.

Gatot masih enggan membeberkan titik-titik trase yang akan dilalui tol. Gatot beralasan belum mendapakan laporan soal penentuan trase tol tersebut. “Ya belum tahu, saya belum lihat,” kata pejabat yang Oktober ini memasuki masa pensiun.

Dijelaskan, pemprov sendiri secara penuh mendukung keberadaan tol yang menjadi proyek nasional. Hanya, pemprov tetap akan memberikan masukan terhadap pemerintah pusat agar pembangunan tol tetap sejalan dengan pembangunan DIJ.”Pijakan gubernur kan bagaimana keberadaan tol tetap menyangga perekonomian warga di sekitar,” jelasnya.

KemenPUPR menyebut capaian penentuan trase sudah mencapai 80 persen. Melalui Dirjen Binamarga Sugiyarto ketika itu menyatakan masih memerlukan dua kali pertemuan sampai trase tol benar-benar ditetapkan. Pemerintah pusat menargetkan trase rampung pada akhir tahun. “Ditargetkan pekerjaan konstruksi pada 2020,” katanya.

Penentuan trase tol Solo-Jogja lebih alot dibandingkan dengan Bawen-Jogja. Itu dikarenakan kawasan kawasan timur Jogja banyak terdapat kawasan cagar budaya. (bhn/din/zl)