JOGJA – Penutupan gang butulan pojok beteng kulon berdampak langsung pada arus kendaraan. Penumpukan terlihat di utara simpangempat Plengkung Gading.

Kabid Lalulintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja Windarto Kuswandono mengakui adanya penumpukan kendaraan. Ini karena beberapa pengendara belum sepenuhnya tahu. Padahal jajarannya telah memasang spanduk penutupan sejak sepekan lalu.

“Arus lalulintas diarahkan ke utara melalui jalan Nogosari. Sebab kalau keluar dari Nagan Kulon akan buntu di simpang Tamansari. Sebenarnya sudah ada rambu tapi mungkin warga belum terbiasa sehingga asal melintas,” jelasnya Kamis (31/7).

Dia menjamin tidak ada perubahan arus kendaran sisi dalam beteng. Kawasan Nagan tetap berlangsung dua arah. Rekayasa hanya meliputi alat pemberi isyarat lalulintas (APILL). Khususnya di  simpanglima Pojok Beteng Kulon dan simpangempat Plengkung Gading.

APILL jalan butul atau jalan tembusan sudah dinonaktifkan. Sementara untuk simpangempat Plengkung Gading ada penambahan durasi lampu hijau. Durasi APILL hijau sisi utara simpangempat Gading bertambah dari 30 detik jadi 35 detik. Untuk sisi barat bertambah dari 25 detik menjadi 35 detik.

“Untuk yang simpangempat Tamansari (durasi APILL) bisa diatur dari kantor. Kalau ada fluktuasi maka durasi lampu jikau bisa ditambah hingga antrian kendaraan berkurang. Kalau simpangempat pojok beteng kulon dari lima fase menjadi empat fase,” ujarnya.

Penataan juga terlihat dari kawasan Wijilan dan jalan Tamansari. Meski tidak berhubungan langsung namun mampu mengurangi kepadatan. Dimana kedua kawasan tersebut hanya berlaku satu arah untuk kendaraan roda empat.

“Satu arah keselatan untuk roda empat. Kalau untuk roda dua masih boleh melintas ke utara. Kami juga menata parkir agar tidak ada penumpukan kendaraan di sisi barat atau timur jalan,” katanya.

Beberapa warga masih kecele atas penutupan ini. Salah satunya Budi Karyawan, 43, yang akan menuju kawasan Mantrijeron. Alhasil dia harus memutar hingga simpangempat Plengkung Gading. Walau sedikit memutar, namun pria dua anak ini tidak mempermasalahkan.

“Tidak tahu kalau ditutupnya hari ini. Setiap hari memang lewat sini untuk mengantar anak sekolah. Ya tidak masalah, kan buat revitalisasi kraton juga,” ujar warga Ngampilan ini. (dwi/pra/zl)