GIANYAR – PSIM Jogja dijamu Sulut United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali sore ini. Laga ini disebut-sebut sebagai “perang saudara”. Maklum, kedua tim dikabarkan memiliki “hubungan yang dekat”.Investor di belakang klub menjadi alasannya.

Setelah ditinggal CEO Effendi Syahputera, Bogor FC mengganti nama menjadi Sulut United. Sedangkan, Effendi membawa gerbong Bogor FC ke dalam skuad PSIM Jogja. Termasuk, pelatih Vladimir Vujovic yang kini telah mengundurkan diri.

Meskipun begitu, laga sore hari ini dipastikan sarat kepentingan. Bahkan adu gengsi. Sebab, kedua tim berpeluang untuk meyodok di papan atas klasemen. Kedua tim hanya berselisih satu poin saja. PSIM di posisi runner up di bawah Persik Kediri dengan poin 12. Sementara Sulut United di peringkat ke-4 dengan nilai 11.

GRAFIS: (ERWAN TRI CAHYO/RADAR JOGJA)

Pelatih PSIM Jogja Aji Santoso menegaskan Sulut United menjadi ujian selanjutnya. Apalagi Aji tahu benar kualitas pelatih dari skuad Gorango Utara – julukan Sulut United, Hery Kiswanto tidak bisa diremehkan. “Mereka punya pelatih berpengalaman. Saya yakin lawan yang dihadapi juga mengusung ambisi sama seperti kami,’’ kata Aji Jumat.

Nah, berstatus sebagai tim tamu, PSIM justru diuntungkan.Sebab, kehadiran ribuan suporter PSIM di Stadion I Wayan Dipta akan memberikan motivasi tersendiri bagi Christian Gonzales dkk. Kehadiran pandamen PSIM diyakini akan lebih banyak ketimbang dari suporter tuan rumah. Maka dari itu, skuad PSIM harus merasakan layaknya bermain di kandang sendiri. “Rugi kalau kami tidak bisa membawa poin penuh dari sini,” jelasnya.

Mantan pelatih Persela Lamongan ini pun tak lagi dipusingkan dengan stok penyerang sekembalinya Gonzales dari larangan bermain. Striker yang akrab disapa Papito ini dipastikan akan kembali ke posnya didampingi oleh Rudiayana dan Redi Rusmawan. Sementara di lini tengah, PSIM Jogja masih bertumpu pada kreativitas Ichsan Pratama.

Aji menyebut skuad anak asuhnya sedang dalam motivasi tinggi usai kemenangan diraih di laga terakhir. Namun, dia meminta kepada para pemain untuk tidak terlena pada laga nanti. “Kami harus bermain disiplin, fokus, dan menghindari kesalahan sekecil mungkin,” jelasnya.

Pelatih Sulut United Hery Kiswanto menganggap timnya sebagai underdog pada pertandingan nanti. Mengingat, Laskar Mataram- julukan PSIM Jogja- menjadi salah satu kandidat kuat calon promosi Liga 1.

Namun, sebagai tim yang tidak diunggulkan justru menjadi keuntungan tersendiri. Dia pun memita kepada anak asuhnya untuk bermain lepas tanpa memikirkan kebintangan lawan yang dihadapi. “Persiapan kami cukup baik. Kami yakin bisa mencuri poin dan menemukan celah untuk bisa meraih poin maksimal,” ujar mantan allenatore PSS Sleman itu. (bhn/din/fj)