PURWOREJO – Kebijakan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah mengenai kewajiban koperasi untuk memiliki nomor induk koperasi (NIK), telah dijalankan oleh Purworejo. Terhitung sejak 2015, seiring adanya kebijakan itu, hingga saat ini belum ada 50 persen koperasi di Purworejo yang mengantongi NIK.

“Tepatnya baru 48 persen,” kata Sekretaris Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Din KUKMP) Purworejo Sri Wahjuningsih Minggu (4/8).

Diungkapkan, sampai saat ini tercatat ada 265 koperasi yang berdiri di Purworejo. Tapi tidak semuanya aktif atau memiliki kegiatan. Karena yang ada hanyalah kepengurusan tanpa ada kegiatan rapat anggota tahunan seperti yang dipersyaratkan. “Memiliki NIK secara otomatis koperasi sudah tercatat dalam database pusat,”  tambah Sri.

NIK yang bisa diperoleh koperasi melalui registrasi via online relatif berat persyaratan yang harus dipenuhi. Kementerian mensyaratkan koperasi harus bisa menunjukkan badan hukum pendirian koperasi yang kali pertama. Padahal banyak usia koperasi yang sangat tua dan berkas itu tidak diketahui rimbanya.

Dokumen badan hukum tersebut sebenarnya lumrah jika sulit dicari jejaknya. Penggantian kepengurusan yang menjadi rutinitas sebuah koperasi dimungkinkan berkas itu ada di pengurus yang lama.

“Secara khusus pendamping yang ada di Din KUKMP kami  libatkan untuk ikut menelusuri keberadaan berkas tersebut. Karena itu sangat penting,” tambahnya.

Kepemilikan NIK amat penting karena menjadi dasar penerimaan dana alokasi khusus (DAK) dari pusat yang bisa digunakan untuk pembinaan bagi koperasi. Dari pusat disyaratkan jika besaran dana yang diterima disesuaikan jumlah koperasi yang ber-NIK. Praktis DAK sebenarnya diperuntukkan bagi koperasi yang sudah tercatat legalitasnya di Kementerian Koperasi.

Adapun DAK yang sudah diterima di tahun 2019 ini, sudah dilaksanakan sekali dan akan segera diselenggarakan untuk kali kedua. Pihaknya memprogramkan untuk sosialisasi dan pelatihan bagi koperasi yang dijalankan dengan sistem syariah. Tercatat dari banyak koperasi yang ada di Purworejo, hanya ada 15 koperasi saja yang mentasbihkan sebagai koperasi syariah. (udi/laz/er)