SLEMAN – Beberapa film animasi Disney klasik kini diproduksi kembali dalam bentuk live action. Salah satunya The Lion King, yang mulai tayang di Indonesia 17 Juli 2019. Berkisah tentang perjalanan singa muda Simba menjadi Raja Pride Land, menggantikan sang ayah Mufasa.

Selain teknik live action, juga menggunakan teknologi virtual reality, CGI, dan photo real digital imagery dalam pembuatannya. Film yang disutradarai oleh Jon Favreau ini dibintangi Donald Glover, Beyonce, Chiwetel Ejiofor, James Earl Jones, Alfre Woodard, Seth Rogen, Billy Eichner, dan Florence Kasumba sebagai pengisi suara.

Dilihat dari banyaknya ulasan di media sosial, nampaknya para penggemar sangat antusias menantikan penampilan baru Simba dan kawan-kawannya ini. Begitupun para peserta nonton The Lion King bareng Radar Jogja dan Disney Indonesia di studio 5 XXI Plaza Ambarrukmo, Sabtu (3/8).

Seperti salah satu penonton, Fitrayani yang mengaku sangat terpukau dengan teknologi visual dalam film berdurasi 118 menit ini. ”Sesuai ekspektasiku sebelumnya, dari segi kualitas jelas sudah canggih banget, visualnya oke, karena gambar yg ditampilkan itu real banget, detail di setiap scene-nya,” beber Fitra yang datang bersama ibunya.

Menurutnya, jalan cerita The Lion King versi ini lebih sederhana dari yang pernah dia tonton sebelumnya, karena puncak masalah diperlihatkan sejak awal film. Dengan begitu pesan dari cerita bisa tersampaikan dengan mudah. ”Bahkan diriku aja juga jadi punya motivasi setelah nonton film itu, untuk nggak usah lama-lama bersedih dan takdir emang harus dihadapi dengan santai,” tuturnya.

Seperti Fitrayani, Rahman Bukhari juga mengaku kagum dengan hasil visual CGI di film The Lion King, meski dia sudah tahu jalan ceritanya. ”Dari kartun dulu dan yang sekarang alurnya sama, tapi sisi animasinya berkembang jauh banget,” ungkap pemuda asal Jakarta ini.

Dia menilai meski film-film Disney diproduksi untuk anak-anak, tetap seru ditonton orang dewasa. Sementara itu, salah satu penonton lain, dia lebih terkesan dengan ceritanya. Menurutnya cerita versi sekarang lebih dieksplorasi bagian dramanya. ”Filmnya bagus, lucu, sedih, terharunya juga ada,” ujarnya yang telah menonton The Lion King di masa kecilnya. (tif/ila)