JOGJA – Pengurus Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) DIY periode 2019-2023 resmi dikukuhkan, Minggu (4/8). Pelantikan organisasi Umat Buddha yang terbentuk sejak 12 Mei 2019 ini, dihadiri oleh KaSubBid Ketahanan Sosial dan Budaya Kesbangpol Markus Suwarisman, yang mewakili Gubernur, Dirjen Bimas Buddha Kementrian Agama RI yang diwakili oleh Pembimas Buddha DIY Saryono, perwakilan dari Kapolda DIY, Danrem DIY, dan Ketua Mejelis Vihara se-DIY.

Ketua Permabudhi DIY terpilih Agus Setyawan Suwarno menyampaikan, Permabudhi adalah sebuah wadah untuk mempersatukan umat Buddha Indonesia. Yang merupakan penggabungan dari sembilan Majelis Buddha dan tiga Sangha (Persaudaraan Bhikkhu) terbesar di Indonesia.

“Jadi mewakili berbagai Mazhab dan aliran Buddha yang ada di Indonesia,” ujarnya usai dilantik dan mengucapkan sumpah janji di depan Pengurus Pusat Permabudhi Romo Pandita Dharmanadi Chandra, di Hotel Matahari, di Mergangsan, Jogja.

“Permabudhi tidak mencampuri urusan ritual dan spiritual masing-masing anggota, tujuannya adalah secara bersama-sama memajukan Agama Buddha Indonesia, melalui berbagai kegiatan di bidang agama, sosial, pendidikan, dan kemanusiaan,” lanjutnya.

Agus menjamin, Permabudhi DIY akan proaktif dalam menjaga kerukunan dan menyuarakan persatuan umat beragama di Indonesia agar terbina hidup toleransi di antara umat beragama di Indonesia sesuai dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Agus berharap melalui Permabudhi DIY, agenda keagamaan Buddha dapat dilaksanakan secara bersama-sama, artinya tidak bergerak sendiri-sendiri, dan dapat saling berkoordinasi jika ada tanggap bencana misalnya.

“Dan yang terpenting Permabudhi ingin meningkatkan perekonomian Umat Buddha, selain akan memperbanyak kegiatan yang bersifat sosial,” jelasnya.

Kepala Bidang Hubungan Lintas Agama Permabudhi DIY Totok Tejamano menjelaskan, sejak Munas Permabudhi pertama, Pengurus Daerah kemudian dibentuk di masing-masing daerah. “Permabudhi DIY adalah urutan ke-28 dari 34 Provinsi,” katanya. Kantor Permabudhi DIY untuk saat ini menempati Vihara Bodhicitta Maitreya, di Kemetiran, Gedong Tengen, Jogja. (obi/pra/er)