PURWOREJO – Pentas kesenian dan sajian makanan tradisional Purworejo dalam tampilan rutin di anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, memuaskan pengunjung maupun tim yang datang dari Purworejo, Minggu (4/6). Kesuksesan itu menyusul pekan sebelumnya saat digelar Purworejo Fair dalam kegiatan car free day di jalan depan Kantor Kementerian Pendayaagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB).

Rutinnya Purworejo mengusung kesenian dan makanan lokal ke luar wilayah memang menjadi salah satu jurus mengenalkan Kota Berirama itu ke pentas yang lebih luas. Ini dimaksudkan untuk mendukung suksesnya gelaran Romansa Purworejo 2020 atau tahun kunjungan wisata di Purworejo tahun 2020.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Purworejo Agung Wibowo mengungkapkan, kegiatan di TMII memang kembali menjadi giliran Purworejo. Sajian rutin ini lebih terasa menjadi sajian khusus yang biasanya digelar dalam dua hari satu malam.

“Kemasannya menarik dan mengundang pengunjung TMII untuk mendekat. Bisik-bisik dari petugas di TMII, acara yang kita usung itu sangat istimewa karena pengunjungnya seperti sajian khusus,” kata Agung Selasa (6/8).

Diungkapkan, sajian khusus di TMII baru saja digelar dan diisi dari Provinsi  DIJ. Waktunya berbarengan dengan sajian Purworejo Fair 2019 yang diadakan di depan Kemen PAN RB.

“Dalam acara di TMII Selasa kami memang mengusung banyak kru. Tidak saja dari Dinarbud saja, tapi melibatkan OPD yang lain. Katakan dari Dindukcapil yang memberikan layanan administradi kependudukan, nyatanya juga banyak warga kita yang tinggal di Jakarta untuk memanfaatkan,” tambahnya.

Khusus sajian kuliner, ada banyak item khas yang menjadi buruan pengunjung. Seperti gebleg, kue clorot, gembel dan lainnya, nyaris ludes sebelum acara inti dimulai.

Melihat antusiasme pengunjung, tidak saja warga asli Purworejo, Agung mengaku pihaknya tergerak untuk menggelar bertemakan Purworejo di luar kota. Itu akan dianggarkan khusus dalam APBD murni 2020.

“Ada kegiatan yang dibiayai dari APBD sampai saat ini. Yakni kegiatan rutin di TMII dan peringatan Hari Jadi Jawa Tengah di Semarang,” katanya.

Ke depan atau di tahun 2020 setidaknya akan ditambah menjadi empat kegiatan. Selain kedua kegiatan di atas, akan ditambah dengan Street Art yang rencananya akan digelar di Jogjakarta dan Bandung.

“Kenapa kami memilih Bandung dan Jogjakarta, karena kedua kota ini banyak turis mancanegaranya,” tambah Agung.

Bertepatan dengan tahun 2020, di harapan itu akan mengundang perhatian banyak pihak. Sengaja akan dikemas tidak secara penuh, karena untuk mendorong wisatawan menggali lebih dalam dengan datang ke Purworejo.

“Akan ada banyak tampilan dan sebagian berujud foto atau video. Itu hanya penggalan karena kita memiliki banyak kesenian, makanan khas dan panorama wisata yang apik,” katanya. (udi/laz/fj)