SLEMAN – Sebanyak 37 museum se-DIJ ambil bagian dalam Pawai Museum. Acara tersebut memperingati hari jadi ke-48 Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIJ. Rute pawai, Lapangan Pemda Sleman menuju Lapangan Denggung (7/8).

Kasi Permuseuman Dinas Kebudayaan DIJ Wismarini mengatakan pawai untuk mempromosikan potensi masing-masing museum. Sekaligus mendekatkan museum kepada masyarakat. “Sehingga museum bisa semakin dikenal,’’ kata Wismarini.

Paradigma masyarakat terhadap museum sudah berubah. Museum dulu dianggap gelap dan tidak menarik. Kini banyak museum yang berbenah dengan meningkatkan pelayanan dan kualitas untuk menarik minat pengunjung.

Perayaan tak hanya menunjukkan potensi museum, juga memberikan edukasi pengelola museum. “Nantinya juga ada pembinaan,’’ kata Wismarini. Salah satunya, menciptakan tata pamer dan story line museum yang baik.

Setelah pawai, akan digelar pula acara pameran potensi di Atrium Sleman City Hall (SCH). Melibatkan kurator dari Fakultas Ilmu Budaya UGM.

Menurut Wismarini, keberadaan museum penting untuk melihat masa lalu. Karena masa lalu adalah patokan untuk berpijak agar tak terjebak kesalahan yang sama.

“Ada museum budaya, ada museum pengetahuan. Fungsinya untuk mencerdaskan bangsa sesuai PP 66/2015, mengomunikasikan kepada masyarakat serta bertugas memberikan edukasi,’’ kata Wismarini.

Staf Yayasan Dr YAP Aris Prabowo senang atas terselenggaranya acara tersebut. “Menarik, karena sudah lama tidak diadakan kegiatan seperti ini. Terakhir mungkin pada 2015-2016,’’ kata Aris.

Museum Dr YAP membawakan miniatur ikon utama bangunan rumah sakit. Dibawa dengan mobil pikap. Sejumlah pengiring menggunakan seragam pasien dan perawat rumah sakit.

“Kami juga bawa salah satu koleksi yang ada di museum. Yaitu slit lamp, gunanya untuk melihat bagian dalam mata,’’ papar Aris.

Pawai museum menarik minat Wardoyo, warga Depok, Sleman untuk hadir menonton. Bersama istri dan anaknya dia mendapat pengetahuan baru. “Baru tahu di Jogja ada Museum Sandi. Tadi dikasih brosurnya. Kapan-kapan ngajak keluarga main ke sana,’’ ujar Wardoyo.

Museum lain yang ikut serta adalah Museum Sono Budoyo, Museum Sejarah Purbakala Pleret, Museum Affandi, dan Museum Tembi Rumah Budaya. Ada juga Museum Batik, Museum Tani Jawa Indonesia, dan Museum Pendidikan UNY. (cr16/iwa/fj)