SLEMAN – Ditreskrimum Polda DIJ mengungkap kasus tindak pidana penipuan. Kerugian korban mencapai Rp 2,1 miliar.

Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto mengatakan tersangka yang diamankan tiga orang. Namun jumlahnya bisa bertambah. Yakni DKH, 44, PNS warga Depok Jabar; GBN, 37, wiraswasta warga Sinduadi; dan RH, 71, wiraswasta warga Sinduadi. Ketiganya memiliki hubungan keluarga.

Direktur Ditreskrimum Polda DIJ Kombes Pol Hadi Utomo mengatakan modus pelaku menjual tanah bukan miliknya. Mengaku memiliki kuasa menjual dari pemilik. Korban percaya dan menyerahkan Rp 1,9 miliar dari transaksi yang disepakati Rp 2,1 miliar.

Profil pelaku adalah orang yang memiliki status sosial tinggi. “Pelaku diduga dari kalangan akademisi,’’ jelas Hadi.

Sedangkan korban SN, 44, telah mengenal tersangka sejak kuliah. Pada November 2017 DKH menawarkan tanah di Dusun Dayakan Purwomartani, Kalasan.

SN percaya dan membeli tanah yang diklaim milik tersangka seluas 3.431 meter persegi. Dengan harga keseluruhan Rp 4,4 miliar. “Rencananya mau saya buat gudang,’’ kata SN.

Teman lama kuliah yang memiliki reputasi bagus dan sering ketemu sehingga membuat korban tidak menyangka ditipu. Kebetulan korban butuh tanah untuk gudang. ‘’Ibu salah satu tersangka juga dikenal suka berjualan tanah,’’ katanya.

Korban curiga ketika tersangka menolak pengukuran tanah oleh BPN. “Akhirnya mengaku kalau tanah ini ada masalah,’’ katanya. (cr16/iwa/fj)