JOGJA – Program Gandeng Gendong, yang dikampanyekan Pemkot Jogja, mulai dirasakan manfaatnya. Di antaranya ada lima kepala keluarga di Kelurahan Cokrodiningratan Jetis yang mengembalikan kartu Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Menuju Sejahtera (KMS).

Ketua RT 27/RW 06 Jetisharjo, Cokrodiningratan Subari mengaku, kelima warga yang mengembalikan KMS, karena semakin mapan dan mencukupi ekonominya. Mereka kini memiliki usaha katering nasi boks. Dia mengatakan selama dua periode menjabat Ketua RT warga tersebut merupakan pemegang kartu PKH. “Dia bilang sendiri malu memakai kartu itu lagi. Ya walaupun kredit mereka sudah punya roda empat untuk antar jemput pesanan katering,” ungkapnya.

Lurah Cokrodingratan Narotama juga mengapresiasi kesadaran warga yang telah mengembalikan kartu perlindungan jaminan sosial itu. Lima warga itu merupakan warga dari RT 27/RW 06 Jetisharjo. Yang mengembalikan empat kartu Program Keluarga Harapan (PKH) dan satu KMS. “Itu dari kesadaran warga itu sendiri,” tutur Narotama.

Narotama mengakui dengan adanya program GandengGendong sangat efektif menjadikan warga mulai menunjukkan peningkatan dari segi ekonomi. Ditambah lagi di wilayahnya ada program Cokro Juara. Omzet mereka pun semakin meningkat melalui pesanan dari tingkat Kelurahan maupun Kota.

Kelurahan sendiri, alnjut dia, turut membantu untuk nglarisi usaha-usaha warganya melalui aplikasi Nglarisi program Cokro Juara. Tidak hanya membantu mempromosikan secara internal melainkan secara eksternal kepada pihak yang telah menjalin kerjasama.

Dia menyebut warga pemegang KMS di tiga kampung yakni Cokrokusuman, Cokrodiningratan, dan Jetisharjo ini menjadi pelaku usaha kuliner tergabung dalam program tersebut. Dimana setiap anggota sekitar enam atau tujuh pemegang KMS per kampung dengan ketua anggota mereka yang sudah memiliki usaha kuliner. Dengan harapan anggota pemegang KMS ini akan bisa melihat proses memasak, packaging, maupun promosi hingga pengiriman.“Jadi mereka akan bisa tertolong dengan program ini dan bisa mandiri,” katanya.

Program yang digalakkan ini dari Kelurahan Cokrodiningratan dirasa efektif mampu menurunkan angka kemiskinan. Pada 2017 pemegang KMS berjumlah 1.394 warga. Sedangkan 2018 menurun sekitar 85 warga menjadi 1.309 pemegang KMS dari total 8.860 warga.

Dia juga memiliki target pada tahun ini jumlah penduduk tersebut setidaknya 10 persen akan bisa mengembalikan KMS. Didukung dengan pelatihan, pendampingan dari Cokrodiningratan. “Harapan kami ini nanti akan kami pantau terus, supaya warga yang lain juga punya kesadaran untuk tidak menggantungkan bantuan dari pemerintah,” harapnya. (cr15/pra/er)