SLEMAN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman gencarkan program mengajak masyarakat kembali mengenal pasar tradisional. Mengenalkan pasar tradisional kepada generasi muda. Melalui program sekolah masuk pasar. Serta pembagian kupon berhadiah kepada seluruh pengunjung pasar.

Kasi Pengembangan Perdagangan Tradisional Disperindag Sleman Kurnia Astuti mengatakan program tersebut bertujuan mengenalkan siswa jenjang TK sampai SMP tentang ekonomi masyarakat di pasar rakyat.

Bersama Dinas Pendidikan Sleman, Disperindag menggandeng sekolah datang ke pasar. Selain itu, memasukkan hal terkait pasar tradisional ke pelajaran muatan lokal sekolah yang berada di dekat pasar dengan radius satu kilometer.

Dengan upaya tersebut, diharapkan mampu mengenalkan ekonomi kerakyatan melalui pasar tradisional. Yakni dengan penjualan produk dan pembelian barang kebutuhan pokok di Sleman.

“Mengenalkan bagaimana cara menawar dan bertransaksi yang santun,” jelas Kurnia Rabu (7/8).

Sasarannya generasi muda, karena merekalah yang akan menjadi konsumen pasar di waktu mendatang. Sedangkan orang dewasa, saat ini mungkin sudah tidak mau ke pasar karena citra pasar yang kurang baik.

Disperindag juga membagikan kupon untuk menarik masyarakat datang ke pasar. Sudah diterapkan di 22 pasar dari 42 pasar yang ada di Sleman. “Acara ini sudah tahun keempat. Animo masyarakat datang ke pasar meningkat 30 persen,” tambah Kurnia.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Tradisional Disperindag Sleman Haris Martapa mengatakan revitalisasi pasar juga dilakukan bertahap. Terutama pada pasar tradisional di Sleman.

Pembenahan pasar pun terus dilakukan. Bertujuan agar masyarakat memiliki kesan pasar tradisional tidaklah kumuh, berbau, dan tidak higenis. (cr7/iwa/fj)