Di balik sosoknya yang mudah akrab, Tri Sugiyono punya kemampuan yang mumpuni sebagai pelatih renang. Tapi siapa sangka, awalnya dia justru sebagai pemain bola voli.

HERY KURNIAWAN, Bantul

Pak Tri, begitu sapaan akrab Tri  Sugiyono. Saat ini dia menyandang tugas sebagai pelatih Pra-PON Renang Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Namun, sebelum “tercebur” ke dunia kolam renang, pria asal Bantul itu rupanya lebih dulu menekuni olahraga bola voli.

Tri mengisahkan ketika masih muda, dia aktif bermain voli. Namun, di olahraga itu dia bisa dikatakan tidak terlalu beruntung. Lantaran dia hanya bisa bermain di level amatir saja.

Kemudian, Tri melanjutkan peruntungannya dengan mencoba menjadi pelatih voli di level pemula. Dalam kegiatannya menjadi pelatih voli itu, Tri juga membantu rekannya yang sudah terlebih dulu berkecimpung menjadi pelatih di sebuah klub renang. “Ya mulai aktif jadi pelatih voli dan renang pada tahun 1997,” kenangnya.

Kemudian pada 2003, Tri Sugiyono benar-benar fokus di olahraga renang. Tri menandai keseriusannya dengan mendirikan sebuah klub renang yang dia namai Tirta Alvita. Klub tersebut bahkan sudah terdaftar secara resmi di Pengurus Daerah (Pengda) PRSI DIJ.

Di klub tersebut, Tri mulai mendidik dan melatih atlet-atlet dari usia yang masih sangat muda. Salah satu atlet lulusan klubnya adalah Valeria Paulini Yuwono. Atlet yang akrab disapa Paulin itu bahkan sudah berlaga di ajang PON 2016 yang lalu.

Kini Paulin juga ada di bawah bimbingan Tri untuk bisa mendapatkan tiket ke PON Papua tahun depan. “Saat ini Paulin masih harus mengikuti beberapa babak kualifikasi lagi untuk bisa lolos ke PON,” ujar Tri.

Kecintaan Tri Sugiyono pada olahraga renang tak perlu diragukan lagi. Prestasinya juga terbilang bagus. Sayangnya, kecintaan itu tidak diikuti oleh kedua putranya. “Mereka tidak tertarik. Waktunya habis di sekolahan,” ujar Tri sembari tertawa.

Kendati demikian, Tri tak mempermasalahkan pilihan yang diambil kedua putranya. Tri Sugiyono menilai saat ini perkembangan olahraga renang di DIJ sudah sangat bagus. Utamnya di Kabupaten Bantul. Menurut sosok berusia 46 tahun tersebut, dukungan dari pemerintah setempat sudah sangat bagus. “Dukungan dana selama ini juga lancar-lancar saja,” ujarnya.

Tri juga memiliki harapan yang sangat tinggi untuk olahraga renang di DIJ. Dia berharap suatu saat ada perenang dari DIJ yang bisa berlaga di level Olimpiade. Syukur-syukur jika atlet tersebut berasal dari klub renang yang ia kelola. (din/zl)