MUNGKID – Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) rupanya lebih memilih sapi-sapi jenis limousin dari Kabupaten Magelang yang akan disumbangkan ke masjid-masjid di Jakarta untuk berkurban. Selain kualitas bagus, harganya juga lebih murah dibandingkan dari daerah lain.

Untuk pengadaan sapi limousine inji, Asisten Manajer Koperasi Kemensetneg Tomi Pontoh mendatangi peternakan sapi milik Dalyono di Blodu, Pasuruhan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Rabu (7/8). Ia pun mencari delapan sapi limousin pesanan Kemensetneg, satu di antaranya pesanan Mensesneg Praktikno.

“Harganya sangat kompetitif. Sangat terjangkau. Antara Rp 25 juta-Rp 35 juta yang kami dapatkan dari peternak. Ini termasuk terjangkau. Kalau di Jakarta bisa Rp 40 juta-Rp 60 juta. Selisihnya cukup besar,”  ujar Tomi Lontoh di sela “aksi borong” sapi lousin ini.

Ke-8 ekor sapi limousin itu Rabu telah dilakukan penyuntikan vitamin oleh Dinas Peternakan dan Perikanan (Peterikan) Kabupaten Magelang. Kepala Bidang Peternakan John Manglapay menjelaskan, penyuntikan berguna agar kondisi sapi tetap fit selama perjalanan. Mereka akan menempuh 8 jam perjalanan sampai ibu kota.

Tomi menjelaskan, sapi-sapi ini nantinya akan disembelih di beberapa masjid yang tersebar di beberapa kompleks. “Akan disumbangkan ke masjid-masjid. Jadi tidak satu tempat saja. Kami dari Kementerian cukup puas untuk hari ini,”  ungkapnya.

Kepuasan itu, lanjutnya, termasuk berkaitan dengan masalah pengiriman sapi-sapi itu yang langsung ditangani pihak penjual. Ia pun merasa aman untuk bertransaksi hewan kurban.

Dalyono selaku pemilik sapi-sapi limousin memang berani menjamin hewan sampai di tempat tujuan. “Jadi kalau di dalam perjalanan ada kenapa-kenapa, saya siap ganti. Karena keadaan di jalan kan kita enggak tahu,” jelasnya.

Ia pun berani menjamin sapi-sapi yang dijajakannya dalam keadaan sehat dan bugar. “Tiap tiga bulan kami beri vaksin. Jadi aman dari infeksi cacing,” jelas Dalyono. (cr10/laz/er)