BANTUL – Penyenggara penyembelihan hewan kurban diimbau menghindari penggunaan kantong plastik. Lebih baik menggunakan besek atau daun untuk mengemas daging kurban.

Pemerintah Kabupaten Bantul mengimbau warga menggunakan bahan organik sebagai pengemas daging kurban. Langkah tersebut sebagai upaya meminimalisasi penggunaan kantong plastik.

Imbauan disampaikan Kepala Dinas Pertanian Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disperpautkan) Bantul Pulung Haryadi. ‘’Lebih baik menggunakan besek atau daun jati sebagai pembungkus daging,’’ saran Pulung.

Menurut dia, penggunaan besek atau daun jati lebih aman dalam hal kesehatan. Serta lebih mudah terurai daripada plastik. Kedua bahan pembungkus alami itu masih mudah didapatkan.

Namun, jika masyarakat tetap menggunakan plastik, dia mengimbau agar tidak menggunakan plastik berwarna hitam. ‘’Karena disinyalir plastik berwarna hitam berbahaya bagi kesehatan,” ujar Pulung Rabu (7/8).

Mendekati Idul Adha, Pulung nengimbau masyarakat jeli memilih calon hewan kurban. Salah satu upayanya dengan melihat Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

SKKH adalah bukti hewan kurban kondisinya tidak berpenyakit. Serta aman dikonsumsi. Selain itu, adanya surat tersebut juga menjadi bukti hewan kurban sudah melalui pengecekan dokter.

Terkait persoalan kesehatan hewan kurban di Bantul, Pulung mengklaim belum ada temuan. Kondisi hewan kurban menjelang Idul Adha masih aman.

Pihaknya menggandeng universitas yang memiliki fakultas peternakan. Untuk melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban di Bantul.

“Lebih dari 350 dokter hewan yang kami kerahkan pada Idul Adha 2019 ini,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang perajin besek di Sragan Trirenggo Bantul Dwi Asih mengaku pesenan besek semakin banyak. ‘’Biasa, menjelang Idul Adha permintaan besek meningkat,’’ kata Asih. (cr5/iwa/fj)