JOGJA – Terkait dengan berita online di Radar Jogja tentang sulitnya elpiji ukuran tiga kilogram di Kabupaten Bantul, serta pernyataan Kepala Seksi Distribusi dan Harga Bahan Kebutuhan Pokok Dinas Perdagangan Bantul, tentang komoditas gas melon yang sulit didapatkan. Dalam berita tersebut, dia menyampaikan informasi bahwa stok gas melon terbilang sedikit setelah dilakukan pengecekan ke beberapa agen dan pengecer di wilayah Bantul.

”Dapat kami sampaikan, bahwa pernyataan Kepala Seksi Distribusi dan Harga Bahan Kebutuhan Pokok Dinas Perdagangan Kab. Bantul adalah tidak tepat,” jelas Media Contact Unit Manager Comm & CSR MOR IV PT Pertamina (Persero) Andar Titi Lestari.

Rata-rata bulanan distribusi elpiji ukuran tiga kilogram ke Kabupaten Bantul tidak kurang dari 800 ribuan tabung. Sejak Juli 2019 Pertamina sudah menambahkan sebanyak 20.000 tabung. ”Khusus pada Agustus 2019 kami siapkan penambahan atau extra droping  penyaluran elpiji tiga kilogram di Bantul sebanyak 82.840 tabung atau 10 persen lebih banyak dari rata-rata bulanan normalnya. Sehingga sudah dipastikan bahwa Pertamina tidak pernah melakukan pengurangan penyaluran,” jelasnya.

Sesuai dengan UU No 26 Tahun 2009 tentang elpiji ukuran 3 kg, bahwa fungsi pengawasan Pertamina sebagai badan usaha yang ditunjuk untuk menyalurkan elpiji bersubsidi adalah mulai dari agen hingga pangkalan. Artinya titik point terakhir pendistribusian adalah di pangkalan, bukan di pengecer.

”Sebagai informasi, bahwa pengecer tidak berada dalam pengawasan Pertamina, sehingga Kami tidak dapat memberikan sanksi ke pihak pengecer. Akan berbeda jika ditemukan pangkalan yang melakukan kecurangan seperti menaikan harga Harga Eceran Tertinggi (HET), menjual ke industri, atau menjual ke pengecer dalam jumlah banyak. Kami akan berikan sanksi dan paling tinggi sanksi yang diberikan adalah Pemutusan Hubungan Usaha (PHU),” ungkapnya.

Setiap bulan rata-rata penyaluran elpiji tiga kilogram untuk wilayah DIJ adalah sebanyak 3,1 juta tabung dan akan siapkan tambahan fakultatif sesuai dengan kebutuhan. Pertamina MOR IV Jateng DIY selama masa menjelang Hari Raya Idul Adha telah menyiapkan tambahan hingga 7.58 persen atau setara dengan 235 ribuan tabung khusus Agustus ini. ”Dimana rata-rata bulanan DIJ sebesar 3.1 juta tabung per bulan. Penambahan ini kami siapkan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan menjelang Idul Adha,” tuturnya. (ila)