GUNUNGKIDUL – Menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Gunungkidul mengklaim stok gas elpiji aman. Tidak perlu tambahan kuota karena dinilai sudah cukup.

“(Menjelang Idul Adha) kami tidak mengusulkan tambahan kuota elpiji tiga kilogram,” kata Kepala Disperindag Gunungkidul Johan Eko Sudarto Rabu (7/8).

Pertimbangan tidak adanya tambahan kuota gas elpiji tiga kilogram (gas melon) karena stok masih aman. Di wilayahnya ada tiga agen. Selama ini ketersediaan gas melon masih mampu mencukupi kebutuhan.

“Per bulan rata-rata kuota untuk Gunungkidul 350 ribu sampai 360 tabung. Insya Allah aman,” ujar Johan.

Sementara itu, agen gas elpiji PT Kunti Adhitama Wonosari Rendy mengaku stok gas elpiji aman. Distribusi tidak menemui kendala. Sehingga gas dapat tersalur dengan baik. “Bulan ini stok ada 77.000 tabung gas,” kata Rendy.

Anggota DPRD Gunungkidul Heri Nugroho mengatakan masih banyak dijumpai harga gas tidak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). “Harapan kami, pihak terkait melakukan penertiban,” kata Heri.

Ketentuan harga tabung gas melon di DIJ merujuk Pergub 28/2015 bahwa HET tabung gas tiga kilogram Rp 15.500 per tabung. Dengan kata lain, pangkalan wajib menjualnya sesuai HET. ‘’Toh, pangkalan telah mendapatkan keuntungan Rp 1.500 per tabung dari agen.’’ (gun/iwa/fj)