JOGJA – Jalan Prawirotaman yang dikenal sebagai kampung turis mendadak lebih ramai daripada hari biasa, Kamis (8/8). Ribuan warga, termasuk wisatawan asing berdiri di sepanjang jalan tersebut. Mereka rela berdesak- desakan menyaksikan panggung budaya dalam rangka Festival Budaya Prawirotaman ke-5.

Sebanyak 10 kelompok yang terdiri dari drumband, bregada, kesenian jathilan, memeriahkan kirab budaya tersebut. Yang mencuri perhatian adalah 20 orang turis asing yang menginap tinggal di Prawirotaman turut dilibatkan sebagai peserta. Mereka berbalut busana adat Jawa. Yang laki-laki mengenakan sorjan dan perempuan tampil dengan kebaya.

Salah satu peserta turis asing asal Perancis, Louis mengungkapkan rasa senangnya berkesempatan terlibat dalam event budaya itu. Apalagi pengalaman pertamanya itu dia harus membatalkan jadwal yang seharusnya hari itu adalah jalan-jalan ke desa atau blusukan. Namun lebih memilih mengikuti pawai budaya. “Ini sangat luar biasa, saya batalkan jadwal untuk event ini but i love it,” ungkapnya.

Ketua Paguyuban Pariwisata Prawirotaman Jogja Rina Indarti mengatakan sengaja mengajak para turis untuk berbaur bersama warga masyarakat menjadi peserta kirab. Agar¬† menjadi ciri khas Prawirotaman sebagai kampung turis yang lekat dengan budaya. ¬†“Supaya para turis itu bisa betah tinggal di sini bisa lebih dari tiga hari, ini juga untuk mempromosikan budaya kita kepada mereka,” kata Rina.

Kegiatan tidak hanya kirab budaya melainkan beberapa kegiatan lain seperti atraksi barongsai, reog, jathilan, malam kesenian karawitan, dan live musik keroncong di sepanjang cafe Prawirotanan. “Jadi saya ajak 50 anggota paguyuban tidak hanya fokus kerja mencari uang tapi juga untuk kegiatan seperti ini,” imbuhnya.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengharapkan festival budaya Prawirotaman agar tetap menjadi agenda rutin tahunan. Sehingga bisa menjadikan kawasan kampung turis itu menjadi ikon yang seharusnya didorong dan dimanfaatkan agar karakteristiknya kuat bagi wisatawan asing. “Mari kita bangun bersma Prawirotaman menjadi kawasan yang menarik dan khas dengan melibatkan masyrakat sebagai kekuataan untuk membuat orang lebih lama dan betah tinggal,” harapnya.(cr15/din/zl)