SLEMAN –  Polda DIY berhasil meringkus puluhan pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) dalam Operasi Curat Progo yang dilaksanakan selama dua pekan, 22 Juli hingga 4 Agustus lalu. Tujuan operasi curat untuk menekan peristiwa tindak pidana, khususnya pencurian dengan pemberatan. Selain itu juga mengungkap sebanyak mungkin tindak pidana di wilayah hukum Polda DIJ.

Direktur Direktorat Reskrimum (Dirreskrimum) Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo mengungkapkan, dari lima  wilayah Polda DIY, pihaknya berhasil mengungkap 27 kasus. Dari jumlah itu, 18 kasus dari tersangka yang sudah masuk target operasi, sedangkan  9 lainnya merupakan kasus baru.

Sebanyak 32 tersangka pelaku pencurian rumah kosong telah dibekuk. Beberapa di antaranya merupakan residivis atau pernah melakukan pelanggaran serupa.

Barang bukti yang disita kepolisian adalah 10 unit sepeda motor, 10 unit handphone unit, 3 unit laptop, uang tunai, dan alat yang digunakan untuk melakukan kejahatan.  “Dari 19 target, saat ini baru 18 yang berhasil ditangkap. Namun kami juga berhasil mengungkap 9 kasus di luar target,”  ujarnya ketika dilakukan jumpa pers di Mapolda DIJ (7/8).

Untuk modusnya, para pelaku mengincar rumah-rumah kosong yang ditinggal oleh pemiliknya pada malam hari. “Sebagian besar merupakan spesialis rumah kosong, tapi ada yang mengincar masjid,” bebernya.

Oleh sebab itu Hadi dan jajarannya  mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada ketika meninggalkan rumah. “Atau bisa dititipkan kepada tetangga kalau mau ditinggal, entah itu sibuk bekerja atau hanya sedang keluar,”  jelasnya. (cr16/laz/by)