GUNUNGKIDUL – Generasi sekarang wajib lihai manajemen keuangan. Pola manajemen keuangan generasi sekarang cenderung kurang baik. Cenderung konsumtif. Ini dapat memicu masalah.

Meski demikian, perekonomian masyarakat dinilai mengalami peningkatan. ”Generasi sekarang dikenal cenderung konsumtif,” kata anggota Komisi D DPRD Gunungkidul Heri Nugroho.

Dia mencontohkan, banyaknya aktivitas ekonomi bersumber dari masyarakat pedesaan. Saat ini mulai mudah ditemukan aneka kuliner. Artinya, maraknya usaha kuliner tersebut menunjukkan secara perekonomian masyarakat saat ini lebih baik.

”Jadi, tidak selalu mengukur kemapanan ekonomi dari aktivitas menabung di lembaga perbankan,” ujarnya.

Tidak sedikit masyarakat yang justru menyimpan aset tidak dalam bentuk tabungan di bank. Ada yang memilih menyimpan asetnya dalam bentuk hewan ternak, tanah, emas, dan yang lain.

Namun, jika lembaga perbankan menyampaikan data tren pertumbuhan rekening tumbuh melambat, itu hanya salah satu indikator dalam mengukur kondisi ekonomi masyarakat. ”Yang perlu ditekankan sekarang adalah mengingatkan generasi muda yang persentasenya cukup banyak agar tidak konsumtif,” ucapnya.

Heru mengakui, gaya hidup milenial yang terkesan boros membuat keuangan generasi tersebut menjadi tidak sehat. Banyak generasi milenial yang menghabiskan uang hanya untuk nongkrong.

Menurutnya, itu salah satu yang menyebabkan keuangan jebol. ”Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi keuangan saat ini perlu ditingkatkan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Heru menekankan penting generasi milenial belajar mengelola keuangan. Penting bagi generasi sekarang untuk mengatur ekonomi. Salah satunya dengan cara berinvestasi secara baik.

”Di sini peran pemerintah melakukan pendampingan sangat diperlukan. Generasi milenial perlu sentuhan agar mendapatkan kehidupan lebih baik dimasa yang akan datang,” tegasnya. (gun/adm/er)