PURWOREJO – Peningkatan Jembatan Trirenggo disesuaikan dengan standar jalan primer yang menjadi acuan pemerintah. Jalan itu nantinya akan digunakan sebagai pendukung Jalan Lintas Timur untuk membuka akses wisata dari Yogyakarta International Airport ke kawasan Borobudur.  “Jalan yang ada akan jadi jalan utama selain untuk mendukung bandara juga untuk mendukung Badan Otorita Borobudur,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Purworejo Suranto, Jumat (9/8).

Menurutnya, ada dua jembatan yang dibangun untuk mempersingkat jarak dari Bandara menuju ke Borobudur. Nantinya kendaraan yang melintas akan diarahkan ke lintas timur, bukan melewati dalam kota.  “Selain Trirenggo yang dibiayai dana APBD Kabupaten senilai Rp 5 miliar lebih, ada jembatan Sejiwan yang didanai Provinsi Jawa tengah,” imbuh Suranto.

Jika dulunya jembatan hanya memiliki panjang kurang lebih 20 meter, kini meningkat menjadi 28 meter. Lebar jembatan dari 4 meter menjadi 7 meter. Sedangkan ketinggian dari permukaan sungai lebih dari 5 meter.

Selain jembatan, jalan poros desa yang ada juga akan segera diusulkan menjadi jalan kabupaten. Dengan pembangunan kedua jembatan itu selain untuk mendukung pariwisata juga meningkatkan perekonomian masyarakat. “Karena ada beberapa desa yang bisa menjangkau kota lebih cepat dan mudah,” jelas Suranto.

Pengerjaan jembatan sendiri dimulai sejak 24 Jun 2019 oleh CV Karya Utama Purworejo. Sesuai target yang ada, pembangunan akan memakan waktu 190 hari.  “Jadi sebelum akhir tahun jembatan Trirenggo sudah jadi,” ulas Suranto.(udi/din/fj)