PURWOREJO – Jembatan yang menghubungkan wilayah Karangrejo dengan Tridadi di Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, mulai dikerjakan. Jembatan ini rusak akibat terjangan banjir yang terjadi 2016 lalu.

Ini artinya penanganan jembatan itu dilakukan setelah tiga tahun. Pada tahun pertama warga Karangrejo terisolasi dan harus melewati Banyuasin jika menggunakan kendaraan roda empat untuk mencapai Kota Purworejo. Dua tahun berikutnya, warga secara swadaya membangun jembatan darurat.

Jembatan yang akan dibangun ini disebut dengan Trirenggo. Menghubungkan warga di Kecamatan Loano, Purworejo dan Kaligesing di atas Sungai Gading. Walaupun Karangrejo dekat dengan jalan utama Purworejo-Magelang, status jalan dari Karangrejo menuju ke Sejiwan masih berstatus jalan poros desa. Hanya jembatan yang ada menjadi jalan kabupaten karena menjadi penghubung ke Tridadi maupun Kalikalong.  “Disebut Trirenggo karena jembatan itu dulu direnggo (ditanggung, Red) oleh warga tiga kecamatan,” kata Saryanto, warga Karangrejo.

Keberadaan jembatan sangat membantu akses transportasi warga. Khususnya untuk angkutan perekonomian menuju ke Pasar Baledono atau Suronegaran. Kepala Desa Karangrejo Patnani mengatakan pembangunan jembatan itu diserahkan oleh Camat Loano saat itu. Dia diminta menjadi ketua tim penanganan jembatan.  “Setahun pertama belum banyak bergerak. Baru di tahun kedua kami melakukan perkuatan kaki jembatan agar bisa dilewati,” kata Patnani.

Ditambahkannya, akses jalan sepanjang 1,5 kilometer yang menghubungkan Jembatan Sejiwan dan Trirenggo akan ditingkatkan dari poros desa menjadi jalan kabupaten. Dengan lebar sekitar empat meter, jalan itu nantinya akan dibangun selebar enam meter.  “Kami sudah melakukan sosialisasi kepada warga,’’ katanya. (udi/din/fj)